Miris, Pemasungan Masih Marak di Gunungkidul

Masyarakat masih menganggap pasung sebagai solusi terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) akut.

Miris, Pemasungan Masih Marak di Gunungkidul
internet
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gunungkidul masih belum terbebas dari masalah pemasungan.

Masyarakat masih menganggap pasung sebagai solusi terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) akut.

Padahal, pemasungan termasuk satu pelanggaran hak asasi manusia.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Irvan Ratnadi mengatakan, hingga kini masih terdapat warga ODGJ yang mengalami pemasungan.

Dirinya mencatat terdapat 46 ODGJ di Gunungkidul yang masih dalam belenggu pasung.

"Kami mencatat 46 orang yang masih dalam belenggu pasung, dan baru empat orang yang sudah dievakuasi," ujar Irvan, Rabu (11/10/2017).

Irvan mengatakan, korban pemasungan adalah mereka yang termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Mereka masuk dalam usia produktif dari 16 hingga 65 tahun terbesar di seluruh wilayah Kecamatan di Gunungkidul.

ODGJ tersebut dipasung menggunakan rantai ataupun alat tertentu, karena OFGJ yang impulsif, mereka dipasung karena dikhawatirkan dapat melakukan kekerasan.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved