Bupati Bantul Dorong Program Jamkesus
Satu yang mendapat perhatiannya adalah masyarakat para penyandang disabilitas dan kelompok lansia di lingkup Kabupaten Bantul.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Suharsono sedang gencar menjalankan program bantuan demi terciptanya kesehatan masyarakat.
Satu yang mendapat perhatiannya adalah masyarakat para penyandang disabilitas dan kelompok lansia di lingkup Kabupaten Bantul.
Menggandeng pihak Dinas Sosial (Dinsos) Bantul, Suharsono coba memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat ini melalui program Jaminan Kesehatan Layanan Kesehatan Khusus (Jamkesus).
"Saya ingin masyarakat Bantul sehat jasmani dan rohani, siapapun," kata Suharsono.
Suharsono ikut dalam pemberian bantuan kesehatan melalui program Jamkesus ini di Kecamatan Sedayu, Bantul, Kamis (28/9/2017).
Dalam penyerahan bantuan kesehatan melalui Jamkesus ini ada beberapa anggota masyarakat yang sengaja dijemput ke rumahnya karena keterbatasan akses.
Baca: Faktor Ini yang Membuat Wilayah Bantul Kesulitan Air
Kasi Penyandang Disabilitas dan Lansia P3A Dinsos Bantul, Iriyanto mengatakan bahwa program Jamkesus ini dilaksanakan merata di 17 kecamatan wilayah Bantul.
Bantuan kesehatan yang diberikan berupa cacat fisik, cacat mental, THT, mata dan semua penyakit lain.
Tahun ini memasuki program ke 4 dengan masing-masing program sekitar 150 pasien.
”Putaran ke empat meliputi wilayah Sedayu, Kasihan, Pajangan dan Srandakan, sebelumnya kita sudah ke kecamatan lain," kata Iriyanto yang juga menjelaskan program ini menelan anggaran Rp 50 juta.
Program Jamkesus sendiri sudah berlangsung selama tiga tahun.
Bekerja sama dengan BPJS sebagai klaimnya sementara Dinsos melakukan pengawasan.
Masyarakat yang ingin punya kartu Jamkesus dipersilahkan ke petugas TKSK di kecamatan masing-masing dengan membawa KTP dan KK. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bupati-bantul-suharsono_20161102_112720.jpg)