Besok STTN-BATAN akan Menggelar Wisuda Sarjana Sains Terapan

Prosesi tersebut akan mengambil tempat di gedung Auditorium STTN yang beralamatkan di Babarsari, Depok, Sleman.

Editor: Ari Nugroho
IST
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN), tempat yang nantinya digunakan akan mewisuda puluhan wisudawan dari berbagai prodi besok. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bagi seorang mahasiswa, wisuda menjadi momen yang begitu istimewa. Setelah perjalanan panjang dalam mencari ilmu, mengerjakan tugas-tugas dari dosen, membuat laporan praktikum, hingga kewajiban menyelesaikan tugas akhir seakan terbayarkan saat pemakaian toga dan pemindahan kucir dilaksanakan.

Memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi para wisudawan.

Dimana nantinya menjadi titik awal pembuktian mereka guna berkompetisi di dunia kerja.

Rabu besok, (27/9/2017), Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN) akan melaksanakan wisuda Sarjana Sains Terapan.

Prosesi tersebut akan mengambil tempat di gedung Auditorium STTN yang beralamatkan di Babarsari, Depok, Sleman.

Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra, Ph.D mengatakan, dalam wisuda yang digelar besok pihaknya akan mewisuda puluhan mahasiswa dari tiga jurusan berbeda.

"Akan ada 96 yang diwisuda, yang terdiri dari 34 wisudawan program studi (prodi) teknokimia nuklir, 28 wisudawan produ elektronika instrumentasi, dan 34 wisudawan dari prodi elektro mekanika," katanya, Selasa (26/9/2017).

Selain itu, ia menuturkan, sepertiga dari jumlah wisudawan yang diwisuda ini mendapat predikat cumlaude.

Nantinya, akan ada pula pengumuman tiga mahasiswa dengan IPK tertinggi, dimana ketiganya masing-masing dari jurusan yang berbeda.

"Dari 96 wisudawan yang dapat predikat cumlaude ada 37 wisudawan, jumlah itu terdiri dari 19 wisudawan pridi teknokimia nuklir, 8 wisudawan asal prodi elektronika instrumentasi, dan 10 orang dari prodi elektro mekanika," jelasnya.

"Untuk IPK tertinggi dari prodi teknokimia nuklir diperoleh Inayah Dwi Agustina dengan IPK 3,93. Disusul Sinta Uri El Hakim dari prodi elektronika instrumentasi dengan IPK 3,90, dan Muhammad Septyawan Aulia mewakili prodi elektronika instrumentasi yang menyabet IPK, 3,89," imbuhnya.

Edy menjelaskan pula, untuk menciptakan lebih banyak lulusan terbaik, pihaknya terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan STTN.

Mengacu pada hal tersebut, maka pihaknya akan terus berbenah diri dan meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) serta fasilitas yang telah dimiliki.

"Tahun ini, kami membangun laboratorium Iradiator Gamma dengan aktivitas 10 kCi, membangun dormitory, dan meningkatkan laboratorium Distributed Control System (DCS). Selain itu, kami juga terus berupaya meningkatkan kerjasama dengan beberapa instansi serta industri. Bahkan, saat ini kami tengah berupaya mematangkan inisiasi kerjasama dengan pemerintah Perancis," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved