Jogja Audio School Ditujukan Untuk Audiopreneur
JAS juga bercita-cita memberi wadah dan membentuk komunitas praktisi audio untuk saling berkomunikasi, berbagi pengetahuan.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seiring berkembangnya industri film dan musik di Yogya, industri turunannya pun menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Menyadari semakin berkembangnya industri musik, film hingga iklan yang menjadi satu bagian besar industri kreatif, para pelaku dan praktisi bidang audio di Yogyakarta berinisiatif mendirikan sebuah sekolah bernama Jogja Audio School (JAS).
Sekolah ini menjadi rumah bagi mereka yang berminat terhadap seluk beluk audio, khususnya dalam dunia musik dan film.
Donny Wahana, seorang pengajar JAS menjelaskan, JAS didirikan dalam semangat ingin memberikan kesempatan dan tempat bagi mereka yang berminat memperdalam pengetahuan dan keterampilan bidang audio.
JAS juga bercita-cita memberi wadah dan membentuk komunitas praktisi audio untuk saling berkomunikasi, berbagi pengetahuan.
Meski tak dipungkiri, JAS lahir untuk menyikapi peluang baru bisnis di dunia audiopreneur yang selama ini cenderung belum tergarap secara serius dan terorganisir.
"Industri kreatif memberi peluang lebih luas di dunia audiopreneur. Ini tantangan kami praktisi yang menekuni dunia musik dan audio. JAS lahir untuk menjawab tantangan tersebut," terang Donny saat ditemui di kampus JAS yang berada di bilangan Condong Catur Depok, Kamis (14/9/17). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jas_20170914_180347.jpg)