Kurangnya Pemahaman Pentingnya Jaminan Kesehatan Masih Jadi Kendala

Jangkauan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Sleman hingga semester 1 2017 mencapai 77 persen.

Kurangnya Pemahaman Pentingnya Jaminan Kesehatan Masih Jadi Kendala
BPJS
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jangkauan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Sleman hingga semester 1 2017 mencapai 77 persen.

Masih kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya jaminan sosial kesehatan masih menjadi kendala perluasan layanan.

Untuk itu BPJS Kesehatan Cabang Sleman akan terus menggencarkan sosialisasi.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sleman, Janoe Tegoeh Prasetijo mengatakan, universal health coverage atau cakupan layanan kesehatan semesta di Sleman dan Kulonprogo yang ditangani pihaknya mencapai sekitar 77 persen.

Total jumlah peserta mencapai 1.165.316 jiwa.

"Jumlah tersebut termasuk 61.157 peserta program Jamkesda dari Pemkab Sleman," kata Janoe dalam Public Expose Capain Kinerja BPJS Kesehatan Cabang Sleman di kantornya, Selasa (22/8/2017).

Janoe mengungkapkan, pada 2017 ini pihaknya menargetkan bisa meningkatkan cakupan pelayanan hingga 79 persen.

Hal ini dilakukan melalui kerjasama dengan para pemangku kepentingan misalnya pemerintah dan dunia usaha.

Pendekatan kepada masyarakat pun dilakukan berbasis perseorangan.

"Kendalanya masih ada pada penyampaian informasi. Karena itu kami pun terus melakukan sosialisasi. Pendekatan juga dilakukan melalui person to person," imbuhnya.

Janoe melanjutkan, pihaknya juga proaktif untuk membantu masyarakat yang kesulitan.

Ia mencontohkan, pihaknya melakukan penelusuran pada peserta JKN-KIS Mandiri kelas 3 yang menunggak.

Ternyata, sebagian merupakan masyarakat yang masuk dalam masyarakat miskin di Sleman dan Kulonprogo.

"Kami kemudian mengusulkan agar mereka masuk dalam Jamkesda. Hal ini direspons pemkab sehingga kemudian ada 124 warga Sleman dan 9 dari Kulonprogo yang masuk ke Jamkesda. Itu yang ditemukan setelah diverifikasi," ungkapnya. (tribunjogja.com)

Penulis: toa
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved