Waspada! Serangan Hewan Laut Beracun Terjadi di Pesisir Laut Gunungkidul, Begini Kronologinya

Saat asyik berjalan-jalan, tiba-tiba dirinya merasakan nyeri di bagian kaki, seperti tertusuk duri kecil.

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni
tribunjogja/anasapriyadi
Bentuk ubur-ubur yang terdampar di Pantai Parangtritis 

"Kami mendapatkan laporan dari nelayan, sudah banyak impes. Jumlah mereka bisa rubuan tersebar dari Pantai Krakal hingga ke timur," ujarnya.

Marjono mengatakan, hewan ini memiliki tentakel, dengan tubuh berbentuk payung berumbai, yang jika tersentuh manusia, racun yang ada di permukaan tubuhnya dapat membuat gatal-gatal di kulit, sampai pingsan.

"Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai, bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh," ujar Marjono.

Lanjut Marjono, hingga kini penyebaran hewan ini baru ada di sekitar pantai Krakal ke pantai timur Gunungkidul. Sementara untuk pantai Baron, yang memiliki banyak pengunjung, belum ditemukan satu pun ubur-ubur, karena adanya air tawar di sekitar pantai.

Ia pun memperingatkan kepada wisatawan agar tidak memegang hewan laut yang ada di Pantai, dan menggunakan alas kali saat berjalan-jalan di sekitar Pantai untuk mengantisipasi terkena hewan laut beracun.

"Jangan dipegang sembarangan karena bisa mengandung racun yang membahayakan. Untuk ke pantai manapun selalu gunakan alas kali untuk alasan keamanan," ujar Marjono. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved