Waspada! Serangan Hewan Laut Beracun Terjadi di Pesisir Laut Gunungkidul, Begini Kronologinya
Saat asyik berjalan-jalan, tiba-tiba dirinya merasakan nyeri di bagian kaki, seperti tertusuk duri kecil.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Serangan hewan laut di Pantai Selatan Gunungkidul kembali terjadi.
Setelah serangan ubur-ubur beracun di Pantai Sepanjang, beberapa waktu lalu, kali ini seorang wisatawan di Pantai Drini, Kecamatan Tanjungsari tersengat ikan beracun.
Tulasmin (50), warga Desa Plosokerep, Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, tersengat ikan beracun yang disebut warga sekitar Ikan Dook, Minggu (20/8/2017) saat tengah berwisata di Pantai Drini.
Waktu itu dirinya tengah berjalan-jalan di bibir Pantai Drini bersama anaknya untuk melihat ikan.
Saat asyik berjalan-jalan, tiba-tiba dirinya merasakan nyeri di bagian kaki, seperti tertusuk duri kecil.
Seketika itu Tulasmin merasakan panas di badannya dan mengalami sesak napas.
Tim SAR yang mendapatkan laporan langsung melakukan pertolongan. Tulasmin dibawa ke pos SAR, dan diberikan pertolongan medis.
Petugas SAR memberikan cairan alkohol dan membersihkan luka agar tak terkena infeksi.
Selanjutnya korban kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan medis karena korban sempat merasakan sesak napas dan panas.
"Dia menginjak ikan beracun yang disebut orang sini Ikan Dook. Memang banyak terdapat di sekitar pantai," ujar Suyanto, anggota SAR Satlinmas Wilayah II Baron, Minggu (20/8/2017).
Suyanto mengatakan hewan laut tersebut memang banyak terdapat di kawasan Pantai Drini dan kerap terjadi kasus sengatan terhadap wisatawan. Ikan ini kerap bersembunyi di karang yang ada di bibir Pantai, sehingga keberadaanya sulit terlihat.
"Wisatawan sudah kami ingatkan agar tidak menyentuh hewan laut apapun di sekitar pantai, karena bisa saja hewan tersebut beracun. Meskipun begitu, mereka masih belum memahaminya," tuturnya.
Kasus serangan hewan laut ini bukan lah pertama kali ini terjadi. Sebelumnya, sebanyak 20 orang wisatawan di kawasan Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul menjadi korban sengatan hewan ubur-ubur beracun atau lebih dikenal impes, Minggu (13/8) lalu.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono, menuturkan, bulan-bulan Juli hingga Agustus ini memang merupakan waktu dimana ubur-ubur atau impesmendarat di pantai selatan Gunungkidul.
Ia meuturkan, keberadaan hewan ini pertama kali ditemui di Pantai Sepanjang, Gunungkidul. Hewan berwarna biru ini juga sudah banyak bertebaran di bibir pantai Krakal, ke timur.
"Kami mendapatkan laporan dari nelayan, sudah banyak impes. Jumlah mereka bisa rubuan tersebar dari Pantai Krakal hingga ke timur," ujarnya.
Marjono mengatakan, hewan ini memiliki tentakel, dengan tubuh berbentuk payung berumbai, yang jika tersentuh manusia, racun yang ada di permukaan tubuhnya dapat membuat gatal-gatal di kulit, sampai pingsan.
"Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai, bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh," ujar Marjono.
Lanjut Marjono, hingga kini penyebaran hewan ini baru ada di sekitar pantai Krakal ke pantai timur Gunungkidul. Sementara untuk pantai Baron, yang memiliki banyak pengunjung, belum ditemukan satu pun ubur-ubur, karena adanya air tawar di sekitar pantai.
Ia pun memperingatkan kepada wisatawan agar tidak memegang hewan laut yang ada di Pantai, dan menggunakan alas kali saat berjalan-jalan di sekitar Pantai untuk mengantisipasi terkena hewan laut beracun.
"Jangan dipegang sembarangan karena bisa mengandung racun yang membahayakan. Untuk ke pantai manapun selalu gunakan alas kali untuk alasan keamanan," ujar Marjono. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sengatan-ubur-ubur_20150719_154204.jpg)