Dugaan Pungli Belum Berdampak pada Penurunan Wisatawan di Kaliadem

Wisatawan tersebut merasa dipaksa untuk membayar jasa pemandu atau membayar jasa ojek.

Tayang:
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Bramasto Adhy
Wisatawan menikmati wahana jip wisata di lava tour kawasan Kaliadem, lereng Merapi, Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Suasana sore di kawasan Kaliadem terasa sepi ketika hujan rintik turun.

Namun itu tidak menyurutkan niat puluhan wisatawan untuk berkeliling naik jip wisata yang disediakan pengelola.

Tidak jauh dari obyek wisata bunker, para pedagang nampak beraktivitas melayani pengunjung.

Tidak nampak perubahan berarti meski belum lama ini di akses jalan menuju ke lokasi ini terjadi polemik dugaan pungutan liar (pungli), tepatnya di gerbang masuk menuju Kaliadem di Umbulharjo.

Seorang wisatawan mengeluh ketika ia dan rombongan keluarga yang naik motor menuju ke Kaliadem dihentikan.

Wisatawan tersebut merasa dipaksa untuk membayar jasa pemandu atau membayar jasa ojek.

Keluhan yang diposting di media sosial tersebut mendapat sambutan luar biasa dari warganet.

Menurut seorang pedagang di lokasi, Suti, tingkat kunjungan wisatawan sejak awal pekan ini memang relatif sepi. Namun menurutnya, hal itu sudah lumrah terjadi setelah libur panjang.

"Habis libur panjang memang biasanya sepi begini. Disyukuri saja," katanya kepada Tribun Jogja, Rabu (19/7/2017) sore.

Berdasarkan pantauan Tribun Jogja, belasan jip wisata nampak berkeliling mengantarkan puluhan wisatawan dari berbagai tempat. Sementara itu, petugas dari desa Kepuharjo nampak mengatur parkir.

Seorang petugas parkir, Agung mengatakan, kedatangan wisatawan memang tidak menentu. Hari biasa tidak menjamin kedatangan wisawatan sepi, sementara di hari libur sudah dipastikan wisatawan membanjir.

"Kebanyakan yang datang kesini memang naik jip wisata dari bawah. Sementara yang naik motor juga tidak terlalu banyak. Kalau hari biasa sekitar 30an motor. Sementara kalau liburan sekitar 100 motor," katanya.

Terkait dampak polemik dugaan pungli, menurut Agung hal tersebut belum terlalu terlihat. Selain baru saja selesai libur panjang, tengah pekan seperti ini memang sudah biasa tidak terlalu ramai.

"Kelihatannya nanti kalau sudah akhir pekan, ngaruh atau tidak baru bisa dilihat. Kalau sekarang ya masih seperti ini," katanya.

Terpisah, Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto mengatakan, terkait permasalahan polemik di akses jalan menuju Kaliadem, pihaknya berharap permasalahan ini bisa menemui solusi.

"Harapan kami wisatawan juga tetap mau berkunjung ke Kaliadem. Jalur menuju ke Kaliadem ada beberapa, bisa pula lewat timur melalui Kepuharjo," katanya.

Heri mengungkapkan, apabila melalui Kepuharjo, wisatawan hanya ditarik retribusi resmi Rp2 ribu pada hari biasa dan Rp3 ribu pada hari libur. Tarif lain yang dikenakan hanya parkir senilai Rp2 ribu.

"Namun demikian kami berharap dalam penyelesaian masalah ini semua pihak terkait bisa dilibatkan. Tiap wilayah saling terkait dan membutuhkan, tidak bisa sendiri-sendiri," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved