Ngabuburit Mural Pancasila di Stadion Kridosono
Acara ini adalah sebagai gerakan sosial untuk mengingatkan kembali pancasila sebagai dasar negara dengan mural sebagai medianya.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sore ini, suasana berbeda nampak di Stadion Kridosono, ratusan orang berkumpul di luar Stadion untuk menggambari pagar dinding yang mengelilingi stadion tersebut, dalam rangka Ngabuburit Mural Pancasila yang digelar oleh Gerakan Rakyat Pancasila Yogyakarta, Sabtu (17/6/2016) sore ini.
Widihasto Wasana Putra, Ketua Gerakan Rakyat Pancasila Yogyakarta mengatakan, acara ini adalah sebagai gerakan sosial untuk mengingatkan kembali pancasila sebagai dasar negara dengan mural sebagai medianya.
"Kita memilih mural karena ini adalah seni yang populis, mural bisa dinikmati di ruang publik. Orang-orang biasanya menikmati karya harus di ruang galeri atau ruang pameran. Jadi untuk menikmati karya mural ini orang tidak perlu ke galeri dan bisa menikmatinya di tempat umum," katanya.
Lanjutnya, untuk acara Ngabuburit Mural Pancasila ini berlangsung sampai jam 6 sore. Namun jika para perupa ingin melanjutkan proses pengerjaan muralnya hingga melebihi waktu yang ditentukan, pihaknya memperbolehkan.
"Acara ini berlangsung selama 2 hari, sampai besok minggu. Kalau peserta mau menggambar sampai sahur juga tidak masalah, kami akan menyediakan cat dan berbagai keperluan yang dibutuhkan untuk mural ini," ucapnya.
Ia menambahkan, acara ini sekaligus sebagai ajang temu kangen dan menjalin kebersamaan diantara para perupa.
Menurutnya, Yogyakarta adalah gudangnya perupa dan memiliki banyak seniman besar yang dikenal, baik dalam skala nasional maupun internasional.
"Jumlah perupa di Jogja sangat banyak, ini sebagai pengeratan para perupa di Yogyakarta agar terjalin kebersamaan diantara mereka," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ngabuburit-mural-pancasila-di-stadion-kridosono_20170617_181632.jpg)