Buah Bibir

Dara Cantik Ini Tekuni Dunia Balap Road Race

Dari observasi itu langsung dipraktikkannya di atas kuda besi, melibas lap demi lap, dan tikungan demi tikungan.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
dok.pri
Inka Putri 

TRIBUNJOGJA.COM - Siapa sangka, di balik helm dan baju balap yang berat itu adalah sesosok gadis cantik namun garang melahap tiap lap.

Inka Putri Pratiwi nama lengkapnya. Dia adalah seorang pembalap road race yang telah memiliki segudang pengalaman memacu adrenalin di atas aspal panas.

Lalu, bagaimana bisa dia berkenalan dengan dunia balap dan akhirnya benar-benar menekuni? Semua berawal dari ketidaksengajaan. Mencoba melupakan mantan kekasih adalah mulanya.

"Balapan jadi pelampiasan untuk melupakan sakit hati ke mantan," ujar dara kelahiran Bandung, 23 Januari 1999 ini.

Dengan tinggi badan 168 sentimeter dan berat 55 kilogram, Inka juga menekuni dunia modelling, dan sempat menjadi seorang penari. Namun, dunia balap yang identik dengan kemaskulinan ini ternyata sangat dinikmatinya. Apalagi Inka adalah penyuka hal baru dan bidang-bidang ekstrem.

Dia belajar autodidak bagaimana memacu mesin dan segala teknik mengendalikan motor. Semua berawal dari pengamatannya terhadap seorang pembalap lokal yang menjadi panutan Inka, yakni Arie Octane.

Dari observasi itu langsung dipraktikkannya di atas kuda besi, melibas lap demi lap, dan tikungan demi tikungan.

Meski harus berhadapan dengan pembalap laki-laki dan yang lebih senior, pemilik rambut panjang nan hitam ini tak sedikitpun ciut nyali.

Apalagi saat harus mengejar ketertinggalan dari pembalap pemimpin jalannya kompetisi.

"Ya pasti, lah," kata Inka.

"Tapi jangan salah, (pembalap) wanita tuh bisa fight lho sama (pembalap) cowok," tuturnya saat ditanya apakah pernah dipandang sebelah mata oleh para pesaingan yang tentu saja diisi para pria.

Namun, dunia modeling pun tak ditinggalkan Inka. Terutama untuk sesi pemotretan foto produk. Dari dua aktivitas yang benar-benar tak linier itu, Inka bisa menarik kesimpulan menarik.

"Balapan adalah dunia yang asyik dan bisa menghasilkan prestasi. Begitu juga sama foto. Bisa menghasilkan foto-foto bagus adalah sebuah tantangan. Sama-sama menguntungkan, sih," urai Inka, lalu tersenyum.

Bergelut dengan peluh, panas, oli, dan harus bertaruh nyali di lintasan balap ternyata belum cukup untuk menyalurkan energi mudanya. Inka dalam waktu dekat berencana belajar dan menekuni olahraga sepeda BMX. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved