Sekelumit Kisah Percetakan Kanisius Yogya, Perusahaan Bersejarah yang Pernah Mencetak Uang Negara

Setelah pekerjaan pencetakan uang di Kanisius selesai, pencetakan uang diambil kembali oleh pemerintahan pada saat itu.

Tayang:
Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Kanisius
Oeang Repoeblik Indonesia tahun 1946 hasil Cetakan Kanisius. 

TRIBUNJOGJA.COM - Hampir seabad sudah Perusahaan penerbit dan percetakan buku ini berdiri. Tepat 26 Januari lalu penerbit dan percetakan bersejarah ini pun bertambah usia.

Banyak kisah yang telah dialami PT Kanisius Yogyakarta selama perjalanannya.

Perusahaan yang bergerak di bidang penerbit dan percetakan buku ini, dahulu berdiri di daerah Kidul Loji Yogyakarta, tepatnya di samping gereja Kidolloji.

Seiring perkembangan waktu, PT Kanisius akhirnya dipindahkan ke Jalan Cempaka no 9, Deresan, sampai saat ini.

Ada satu kisah menarik saat perusahaan tersebut masih berada di Kidulloji.

Pada masa itu tepatnya tahun 1946, percetakan Kanisius (kini PT Kanisius), dipercaya oleh pemerintah Republik Indonesia untuk mencetak ORI (Oeang Repoeblik Indonesia).

Pada saat itu, kualitas Percetakan Kanisius dinilai bagus dan dikenal luas, sehingga mendapatkan langsung surat keputusan (SK) dari menteri Keuangan Republik Indonesia pada tanggal 23 Desember 1946.

"Pada masa itu percetakan Kanisius diberi mandat mencetak uang RI, karena saat itu keadaan juga darurat untuk mempertahankan kemerdekaan dan pemerintahan pada waktu itu berpusat di kota Yogyakarta," ujar YB Priyanahadi, mantan direktur redaksi Kanisius.

Saat ditemui di kediamannya, Ia juga menunjukkan buku terbitan Kanisius, yang menulis tentang masa-masa Kanisius saat masih bertempat di Kidulloji.

Maklum saja ia adalah penanggung jawab pada buku yang berjudul 'Bersiaplah Sewaktu-waktu Dibutuhkan' itu.

Dalam buku tersebut, diceritakan juga bahwa saat Kanisius menjadi tempat mencetak uang negara selalu diawasi ketat oleh militer dan pemerintah.

"Pada saat saya masih menjadi karyawan, Pak Dahana almarhum (dulu karyawan percetakan di Kanisius) pernah bercerita bahwa dahulu saat akan masuk kerja, setiap karyawan diperiksa ketat oleh militer dengan seluruh pakaian dilepas dan diganti dengan pakaian putih-putih, saat pulang kerjapun demikian," kata pria yang telah 30 tahun bekerja di PT Kanisius tersebut.

Dalam masa mencetak uang negara itu, Percetakan Kanisius tidak pernah mengalami kendala yang berarti. Walau demikian kesalahan kecil pada teknis mesin juga tidak dapat terhindarkan.

''Kesalahan pencetakan uang saat itu, bukan terletak pada kesalahan cetak, namun lebih pada ukuran, ketebalan dan warna. Maklum saja, pencetakan waktu itu hanya pakai klise,'' imbuh dia.

Setelah pekerjaan pencetakan uang di Kanisius selesai, pencetakan uang diambil kembali oleh pemerintahan pada saat itu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved