Smart Woman
Polwan Cantik Ini Jadikan Pekerjaan Sebagai Ladang Ibadah
Rita Yuliana kecil bahkan dulu suka berkelahi untuk membela teman-temannya yang sering diganggu.
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tidak ada yang menyangka bahwa wanita yang memiliki senyum manis ini dulu adalah perempuan yang tomboy.
Rita Yuliana kecil bahkan dulu suka berkelahi untuk membela teman-temannya yang sering diganggu.
Rita, begitu ia akrab disapa, pun akhirnya terdorong untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan menolong sesamanya. Karena baginya, dengan menolong orang, Tuhan akan menunjukkan jalan baginya. Tak butuh waktu panjang, Rita akhirnya membulatkan tekad untuk menjadi seorang polisi.
Niatan untuk menjadi polisi rupanya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Orangtua tidak mengijinkan bungsu empat bersaudara ini untuk tinggal berjauhan. Sehingga wanita asli Selong, Nusa Tenggara Barat inipun nekat mendaftarkan diri pada seleksi Akpol bersamaan seleksi IPDN sesuai permintaan orangtuanya.
Takdir pun seolah menggariskan impian Rita dengan meloloskannya di pendidikan kepolisian bergengsi tersebut. Awal-awal mengenyam pendidikan kepolisian tersebut, rasa tidak percaya diri sempat menghinggapinya karena tidak memiliki keluarga maupun kemampuan di bidang kepolisian.
Namun berbekal niat yang membuncah, Rita mampu menunjukkan kemampuannya dengan mendapatkan nilai tertinggi saat itu dan berhasil menorehkan prestasi. Saat menjadi Taruna Akpol, ia sempat memperoleh Juara 1 Photografi Simposium Kepolisian Nasional pada tahun 2012.
Kemudian saat menjadi Perwira Siswa PTIK, Rita sempat terlibat dalam penulisan artikel pada Buku Suara Hukum dan HAM.
"Dari yang awalnya tidak yakin, sekarang justru jadi sejarah. Karena selama ini yang berhasil menjadi Taruni Akpol kebanyakan dari Bali, setelah saya masuk kemudian membukakan jalan bagi perempuan-perempuan NTB untuk jadi taruni. Saya percaya kepolisian ini menjadi ladang ibadah, melaksanakan tugas sebagai abdi negara akan jadi amal ibadah," papar ibu satu anak ini.
Usai menempuh pendidikan kepolisian dan S1 STIK PTIK, wanita kelahiran 1992 ini ditugaskan di Polda DIY. Pertama menginjakkan kaki di DIY tahun 2014, ia pun bertugas di bagian Sentra Pelayanan Kepolisian di Gunungkidul. Kemudian pada tahun 2015, ia menempati posnya yang baru sebagai Kaur Bin Ops Sat Lantas Polres Sleman.
Mengaku datang dari sebuah kampung di NTB, Rita bercerita jarang bepergian ke luar kota. Masa-masa menjalani pendidikanlah menjadi waktunya mempelajari banyak karakter orang dari berbagai wilayah. Di sana ia mempelajari cara bersikap menghadapi karakter orang Sumatera, Jawa, hingga Papua.
"Sehingga di Yogyakarta pun aku cepat beradaptasi, di sini budaya orangnya juga sopan-sopan," imbuh Finalis Duta Wisata 2009 NTB ini.
Menjadi pemimpin di divisinya, tidak lantas membuat Rita berpuas diri. Ia yang kini sedang menyelesaikan S2 Program Pasca Sarjana FE Konsentrasi SDM UII masih menyelipkan cita-citanya untuk mengabdi pada negara. Tidak tanggung-tanggung, ia ingin ditempatkan di negara konflik seperti Sudan.
"Itu cita-cita yang tinggi sih, karena harus menempuh seleksi ketat untuk bisa ke sana. Pada dasarnya sebagai polisi, saya sudah siap ditempatkan di mana saja. Dan saya berprinsip ingin berdiri di kaki sendiri, tidak ingin tergantung pada orang lain," tegas wanita yang hobi menyanyi ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/polwan-smartwoman_20161220_154722.jpg)