Wisnu, Pemuda Desa dari Gunungkidul Pendiri Rumah Cerdas Indonesia
Wisnu Dwi Atmojo (20) mempunyai ide mendirikan wadah yang dapat mendorong daerahnya untuk maju.
Penulis: app | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Berawal dari kekhawatiran daerah tempat tinggalnya tidak bisa maju dan terus tertinggal dari daerah lain, Wisnu Dwi Atmojo (20) mempunyai ide mendirikan wadah yang dapat mendorong daerahnya untuk maju.
Gagasan tersebut diwujudkan Wisnu bersama teman-temannya dengan mendirikan Rumah Cerdas Sokoliman pada Bulan Agustus 2014 di dusunya yaitu di Dusun Sokoliman 2, RT 04/20, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Namun, karena antusias yang sangat tinggi dari para pemuda didaerah lain, akhirnya pada tahun 2015 berubah menjadi Rumah Cerdas Indonesia. Selain itu, organisasi ini pada September lalu telah resmi berbadan hukum.
"Saya awalnya hanya ingin Gunung Kidul tidak dipandang sebelah mata. Gagasan ini saya share via media sosial dan tanggapanya positif sampai di grup ada 700 anggota dari seluruh Indonesia," jelasnya pada Tribunjogja.com, Sabtu (3/12/2016).
Meski di luar ekspetasinya, namun Wisnu mengaku bersyukur bahwa Yogyakarta bisa menjadi pemacu para pemuda dari berbagai daerah untuk berbuat nyata.
Saat ini tercatat 30 relawan di DIY yang mempunyai keunggulan di masing-masing bidang mengemban amanah untuk berkontribusi di rumah cerdas yang meliputi lima aspek yang dikembangkan yaitu pariwisata, kewirausahaan, pendidikan, kepemudaan, dan pertanian
"Lima asas tersebut terus dikembangkan. Menjadikan desa lebih maju dan berkembang dengan visi dari desa kembali kr desa," lanjutnya.
Berbagai program yang ada seperti kearifal lokal berbasis budaya dan pengelolaan SDM terus digenjot. Dalam kesehariannya Rumah Cerdas Indonesia juga rutin mengadakan bimbel dan les.
"TPA anak-anak dan ibu-ibu, les menari, bimbel, les bahasa Inggris kegiatan sehari-hari untuk saat ini," ujarnya.
Selain itu berdasarkan rapat kordinasi daerah di Jakarta yang dilaksanankan Oktober lalu, Rumah Cerdas Indonesia juga akan membuka rumah cerdas lain di Medan dan Bogor.
"Saat ini masih digodok dan memperbanyak buku," ujarnya.
Sebagai pendiiri Rumah Cerdas Indonesia, Wisnu pun mengharap keaktifan pemuda-pemuda di daerah tertinggal. Pemuda harus bisa berkontribusi nyata kepada daerahnya minimal lingkungan sekitarnya.
"Pemerintah juga harapannya welcome dan bisa dirangkul," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rumah-cerdas_0312_20161203_201838.jpg)