LIPSUS: Lapangan Kerja Terbatas, Sarjana Terlalu Pilih- Pilih Pekerjaan

Bahwa kecenderungan latar belakang pendidikan tinggi mulai mendominasi jumlah pengangguran di DIY.

Tayang:
Penulis: dnh | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masih banyaknya pengangguran dengan latar belakang pendidikan tinggi atau sarjana di DIY diakibatkan karena minimnya pilihan bekerja di DIY dan tidak semua sarjana menyukai.

Sementara itu pendidikan menengah seperti SMA/SMK yang lebih banyak terserap.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Bambang Kristianto ketika ditemui Tribun Jogja Senin (31/10/2016) kemarin mengatakan bahwa kecenderungan latar belakang pendidikan tinggi mulai mendominasi jumlah pengangguran di DIY.

Jika dibandingkan dengan latar belakang pendidikan dasar.

"Kesan pertama melihat jumlah penganggur berdasar pendidikan didominasi oleh yang berpendidikan tinggi sebetulnya. Lulusan universitas cukup tinggi dibanding SD, bahkan seperempat atau sepertiga (lebih banyak lulusan universitas)," ujar Bambang.

Terkait dengan apa yang menjadi penyebab hal tersebut, Bambang mengatakan bahwa orang yang well educated atau berpendidikan tinggi lebih cenderung pilih-pilih dalam mencari pekerjaan.

Menurutnya itu sudah bukan rahasia umum lagi.

Menurutnya kesempatan bekerja di DIY juga sangat terbatas jika dibandingkan dengan daerah lain, Jakarta misalnya.

DIY juga dirasa tidak memiliki daya tarik kuat bagi pekerja yang memiliki latar belakang tinggi, karena selisih upah yang cukup tinggi dengan daerah lain.

Pengamatan Tribun Jogja, pilihan lowongan pekerjaan di DIY memang tidak sesemarak dengan lowongan yang ada di daerah lain.

Lowongan-lowongan yang ada biasanya hanya untuk bidang-bidang tertentu saja.

"Selain juga karena orang tuanya mampu, coba kalau gak mampu. Mau gak mau mereka harus bekerja. Ada masalah gengsi juga," jelasnya.

Data terbaru BPS DIY, jumlah penduduk DIY yang bekerja berjumlah 2,057 juta orang.

Sementara jumlah penganggurannya fluktuatif dari tahun ke tahuh, untuk 2016 data sementara pengangguran berjumlah 59 ribu orang dan didominasi oleh warga perkotaan.

Sedangkan berdasar jenis kelamin, lebih banyak pengangguran berjenis kelamin laki-laki.

Menurut Bambang, tingkat partisipasi angkatan kerja di DIY cukup tinggi, karena banyak perempuan yang bekerja dan tidak ada sigergasi atau pemisah.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans DIY, Elly Supriyanti mengatakan bahwa memang peluang bekerja di DIY untuk latar belakang pendidikan tinggi cukup sempit.

Sementara peluang untuk bekerja di luar DIY cukup besar, hal tersebut salah satu yang saat ini tengah didorong oleh pihaknya.

Menurutnya dengan mekanisme hubungan kerja antar daerah lintas provinsi menjadi salah satu upaya efektif mengurangi pengangguran.

Elly menyebut sudah ribuan orang diberangkatkan ke luar DIY bahkan luar negeri untuk bekerja di sana.

"Misalnya yang ke Batam sudah 2000an setiap tahun kita bisa berangkatkan. Kemudian belum lagi yang ke luar negeri, ada sekitar 1500 sampai 2000an tenaga kerja yang kita berangkatkan ke luar negeri dengan persyaratan dan ketrampilan tertentu yang sudah disyaratkan," ujar Elly. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved