IP-AF akan Kerja Bakti Bersihkan 32 Pasar Tradisional
Setiap sampah yang ada di lantai pasar maupun di ruas jalan sekitar Pasar Kranggan, dia pungut dan masukkan ke kantung plastik hitam.
Penulis: mrf | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Yogyakarta 2017 telah memasuki tahap kampanye.
Pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Imam Priyono (IP) – Achmad Fadli (AF) menggunakan kesempatan kampanye di hari pertama dengan berkunjung ke Pasar Kranggan.
Namun pada saat kunjungan ke pasar itu, ada hal yang tak biasa dilakukan oleh AF, yakni membawa kantung plastik hitam saat berjalan menyapa pedagang.
Setiap sampah yang ada di lantai pasar maupun di ruas jalan sekitar Pasar Kranggan, dia pungut dan masukkan ke kantung plastik hitam.
“Di hari pertama kampanye, selain menyapa dan mendengar aspirasi warga, kami memungut sampah di Pasar Kranggan. Kami ingin menunjukkan kampanye berbudaya,” ujar IP, Jumat (28/10/2016).
Dia pun mengungkapkan di kampanye selanjutnya pada Minggu (30/10/2016) mendatang, pihaknya akan mengerahkan seluruh tim sukses dan pendukungnya untuk melakukan kerja bakti membersihkan 32 pasar tradisional.
Kerja bakti itu, menurutnya akan dimulai dari Pasar Beringharjo.
“Kita akan bagi seluruh pendukung menjadi beberapa tim. Target kita kerja bakti membersihkan pasar tradisional. Karena pasar merupakan pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Sementara, AF mengatakan saat menyapa pedagang, dia mendengar keluh kelah terkait barang dagangan pedagang yang tak jarang dicuri oleh orang yang tak bertanggungjawab.
Dia pun berjanji jika nantinya diberi amanah akan menaruh CCTV di berbagai penjuru pasar sebagai solusi.
“Kita perlu langsung turun ke lapangan untuk mendengar keluh kesah pedagang, kemudian mencarikan solusinya. Tanpa turun langsung, kita tidak tahu,” paparnya.
AF pun menjelaskan bersama IP ke depan, mereka berkomitmen memberdayakan pedagang pasar tradisional.
Tak hanya dari sisi fisik atau bangunannya saja, melainkan juga dari sisi non fisik yaitu pemberdayaan pedagang pasat dengan konsep sekolah pasar yang selama ini dijalankan mahasiswa UGM.
“Sekolah pasar ini untuk meningkatkan kualitas SDM pedagang pasar. Tidak hanya di Pasar Kranggan, melainkan seluruh pasar tradisional,” ujar mantan Kepala Dinlopas Kota Yogyakarta itu.
Selain melakukan kunjungan ke pasar, paslon tersebut pada Jumat (28/10/2016) malam juga menghadiri pementasan ketoprak di RW 4 Terban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sampel-uji-jajanan_20160531_222615.jpg)