KOLOM52

Ayolah Juragan, Akur!

Timnas tampil hebat, masyarakat Indonesia tercengang, orang orang berbondong bondong memuji, sebagian besar berdoa dalam hati.

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: oda

Ayolah Juragan

Ya, bicara sepakbola di Negeri ini, jangan sekali kali memberikan penilaian terhadap pemain dan pelatihnya timnas hanya dari bagaimana mereka bermain dan berlatih.

Contohnya; Materi pemain dan pelatih nilainya 8, tetapi persiapan minim dan dadakan. Timnas pasti jeblok.

Faktor lain; kemampuan timnas juga dipengaruhi dengan pertimbangankan berapa kebutuhan menghidupi selama TC, biaya menginap, makan bergizi, sewa lapangan, fasilitas fitnes dll.

Coba direnungkan juga dari mana anggaran pembiayaan itu datang? Yakin anggaran PSSI saja cukup? kita tahu PSSI adalah organisasi yang dimiliki klub-klub anggotanya.

Cari tahu juga siapa yang kini memiliki memiliki saham klub anggota PSSI?

Adakah sponsor atau donatur? Siapa donatur itu? tokoh politik anggota partai? atau anggaran itu datang ajaib ke rekening PSSI? Tentu tidak.

Contoh kecil, data Superball.id menyebutkan lewat PSSI, anak asuh Eduar Tjong selama berlaga di Hanoi, Vietnam pada 11-27 September 2016 pada Piala AFF U-19 kemarin akan mendapatkan bantuan Rp1 Miliar dari pemerintah. Sebelumnya Federasi sempat mengajukan proposal sebesar Rp3 Miliar.

Terbukti, aspek-aspek di luar teknik di atas lapangan pemain timnas, mau tak mau akan mempengaruhi bagaimana cara anak anak timnas mengiring, menendang dan menjaga bola.

Artinya, sehebat-hebatnya skill pemain dan pelatih timnas, mereka tak akan bisa lepas dari sistem organisasi tertinggi sepakbola negeri ini.

PSSI, ya PSSI, setelah pembekuan dicabut pemerintah dan sanksi FIFA dicabut. Kini mereka bersiap melaksanakan konggres, alih-alih cepat tanggap, soal lokasi penyelenggaraan kongres pun tarik-ulur.

Jika soal tempat saja ribut, sanksi FIFA masih membayangi, padahal sanksi yang dijatuhkan oleh FIFA beberapa waktu yang lalu masih membekas bagi di daerah.

Kenapa? sepakbola terbengkalai, program yang sudah direncanakan tidak bisa dijalankan sehingga pembinaan sepakbola mandek dan untuk kesekian kalinya, bibit muda Garuda Muda se Nusantara jadi korbannya.

Ayoolah juragan...Akur! (Iwan al Khasni)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved