Penjualan Hewan Kurban Masih Sepi
Ketersedian hewan kurban seperti sapi di pasar tersebut cukup melimpah. Namun untuk penjualannya masih cenderung sepi.
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Menjelang Idul Adha, sebagian pedagang di Pasar Hewan Prambanan menilai penjualan hewan kurban relatif sepi. Hal ini lantaran banyak pembeli hewan kurban membeli langsung ke peternak dibandingkan melalui pasar.
Ketua Paguyuban Pedagang Sapi Pasar Hewan Prambanan, Waris Bintoro mengatakan ketersedian hewan kurban seperti sapi di pasar tersebut cukup melimpah. Namun untuk penjualannya masih cenderung sepi jika dibandingkan dengan momen Idul Adha tahun lalu.
Jumlah sapi yang dijual (jelang Idul Adha) cukup melimpah. Tapi penjualannya masih lesu, tidak seperti tahun sebelumnya,” katanya saat ditemui di Pasar Hewan Prambanan, Senin (5/9/2016).
Hal ini karena kondisi pasar cenderung sepi untuk ukuran mendekati momen lebaran haji,” paparnya.
Kondisi ini, kata Waris, terjadi lantaran banyak pembeli yang memilih untuk membeli hewan kurban langsung ke peternak.
Bahkan banyak yang sudah membeli hewan kurban sejak jauh-jauh hari dengan sistem gadoh atau dititipkan di peternak dan akan diambil beberapa hari sebelum penyembelihan.
“Ada juga yang membeli beberapa pekan sebelum Idul Adha. Sehingga yang mencari di pasar tidak terlalu banyak,” ungkapnya.
Hal yang sama juga terjadi pada penjualan hewan kurban untuk jenis kambing.
Tak jauh berbeda, penyebab lesunya pasar hewan kurban menjelang Hari Raya Adha karena banyaknya warga yang akan berkurban di tahun ini sudah mempersiapkan hewan kurbannya sejak jauh hari.
Selain itu, melimpahnya jumlah kambing yang dijual juga berdampak pada turunnya harga kambing di pasaran sehingga penjualan kambing kurban cenderung sepi.
Tujuh hari menjelang hari H Idul Adha, seekor kambing ukuran standar dibanderol dengan kisaran harga Rp 2,3 juta. Padahal di tahun sebelumnya, pada rentang waktu yang sama sudah mencapai harga Rp 2,7 juta per ekor.
“Yang jual banyak, sementara yang mencari sedikit. Harganya cenderung turun, tidak tahu nanti beberapa hari sebelum hari H apakah banyak yang beli,” kata Suroso, pedagang kambing di Pasar Hewan Prambanan, Senin (5/9/2016).
Ia mengatakan kondisi ini sangat dikeluhkan oleh pedagang kambing. Padahal saat ini ketersediaan kambing untuk dijadikan hewan kurban terbilang lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
“Jumlah kambing yang dijual banyak, tapi yang beli hanya sedikit. Tidak seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pedagang-menawarkan-sapi_20160905_185112.jpg)