Longsor Dini Hari, Jalur Alternatif Magelang–Boyolali Lumpuh
Tanah longsor memutus akses jalan alternatif yang menghubungkan Magelang-Boyolali di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Tanah longsor terjadi di tiga titik di Kecamatan Sawangan, Magelang pada Rabu dini hari (21/1/2026), memutus jalur alternatif Magelang–Boyolali.
- Di Wonolelo, longsoran setebal 1–1,5 meter menutup jalan sepanjang 30 meter sehingga tidak bisa dilalui, sementara di Ketep sudah dibersihkan dan kembali dibuka pukul 10.15 WIB.
- Pembersihan dilakukan relawan dan tim gabungan, dengan bantuan ekskavator dari Bina Marga; jalur ini memang rawan longsor saat musim hujan dan sudah dua kali terjadi tahun ini.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tanah longsor memutus akses jalan alternatif yang menghubungkan Magelang-Boyolali di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Rabu (21/1/2026) dini hari.
Adapun tanah longsor ini terjadi di tiga titik di wilayah Kecamatan Sawangan, yakni satu di Desa Ketep dan dua di Desa Wonolelo.
Di Desa Wonolelo, material longsoran menutup seluruh badan jalan sehingga tidak bisa dilewati.
Material tanah dengan ketebalan antara 1 sampai 1,5 meter menimbun badan jalan sepanjang 30 meter.
Dikutip dari Kompas.com, anggota Tim Rescue Cepat Kecamatan Sawangan Isnaryo mengatakan tanah longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Desa Ketep dan 02.15 WIB di Desa Wonolelo.
"Longsornya kurang lebih jam 01.00 di Desa Ketep dan 02.15 di Desa Wonolelo," ucapnya kepada Kompas.com.
Baca juga: Polresta Solo Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Provinsi, Amankan 2 Kg sabu dan 4 Pelaku
Pada Rabu siang, relawan, warga bersama tim evakuasi gabungan langsung melakukan upaya pembersihan material longsoran supaya jalan bisa segera dilewati kembali.
Tim dibagi menjadi tiga untuk membersihkan material longsoran di tiga titik.
Di wilayah Desa Ketep, tim berhasil membersihkan material longsoran dan sekitar pukul 10.15 WIB, jalan sudah bisa dilalu kembali.
Sementara untuk titik longsoran di wilayah Desa Wonolelo belum berhasil dibersihkan seluruhnya.
Sebab, material longsoran cukup tebal sehingga menyulitkan pembersihan.
Isnaryo menambahkan bahwa ekskavator dari Bina Marga akan dikerahkan untuk membersihkan material tanah longsor dari jalanan.
Ia menyatakan jalur alternatif Magelang-Boyolali memang kerap dilanda tanah longsor setiap musim penghujan.
"Sudah terjadi dua kali di jalur Magelang-Boyolali ini (sejak awal tahun)," ujarnya.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.
| Telan Anggaran Rp8 Miliar Lebih, Ini Alasan Retreat Tetap Dilaksanakan di Akmil Magelang |
|
|---|
| KPPD Ketua DPRD se-Indonesia Resmi Dibuka di Akmil Magelang, 90 Persen Peserta Hadir |
|
|---|
| Perempuan Magelang Didorong Jadi Motor Kesejahteraan Keluarga |
|
|---|
| Orang Tua Ditantang Melek Digital: Pemkot Magelang Dorong Pola Asuh Adaptif di Era Gadget |
|
|---|
| Magelang Tembus 10 Besar Kota Paling Berdaya Saing di Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Longsor-Dini-Hari-Jalur-Alternatif-MagelangBoyolali-Lumpuh.jpg)