Petani Cabai Rugi Puluhan Juta Rupiah Setelah Gagal Panen
Sejumlah petani cabai di wilayah Dusun Plebengan, Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul mengalami gagal panen.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah petani cabai di wilayah Dusun Plebengan, Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul mengalami gagal panen.
Mereka terpaksa merugi puluhan juta rupiah akibat tanaman cabai mereka terendam air hujan dan luapan irigasi belum lama ini. Luasan lahan yang mengalami gagal panen diperkirakan mencapai 2 hektare.
Para petani ini akhirnya membiarkan lahan mereka kosong dan mencabuti tanaman cabai mereka karena sudah membusuk.
Sebagian diantaranya, tetap membiarkan tanaman cabai tetap tumbuh meski tidak menghasilkan panenan yang maksimal.
“Tanaman cabai saya hampir 230 lubang atau 2.300 meter persegi mengalami gagal panen. Saat banjir melanda, tanaman cabai saya sudah mulai berbunga, namun akhirnya membusuk dan mati,” ujar Dinem, salah satu petani cabai saat ditemui di sawahnya, Rabu (13/7/2016).
Dinem pun akhirnya merelakan tanaman cabainya dicabuti, karena mengalami pembusukan. Dia mengaku mengerahkan tenaga panggilan untuk membersihkan tanaman yang gagal panen itu.
Adapun pembersihan tanaman itu memerlukan waktu sekitar lima hari.
“Total kerugian yang saya alami mencapai Rp 10 jutaan,” jelasnya.
Namun, Dinem tak ingin berlama-lama dalam kegagalan panen. Dia berusaha mengembalikan tanaman cabainya seperti semula.
Saat ini, lahannya sudah mulai ditanami dengan bibit cabai yang baru. Dia berharap, agar musim kemarau ini tidak disertai dengan curah hujan tinggi.
Sudi Triyono, petani lainnya, mengaku merugi hampir Rp 3 juta untuk tanaman cabainya yang mengalami gagal panen.
Kerugian ini lantaran tanaman cabainya rusak diterjang limpasan irigasi yang meluap saat hujan lebat beberapa waktu lalu.
Zahrowi, petani cabai lainnya mengatakan, kerugian akibat gagal panen cabai ini mencapai lebih dari Rp 50 juta.
Dia menyebutkan, hampir 2 hektar tanaman cabai di wilayah Sidomulyo ini mengalami gagal panen karena cuaca ekstrim ini.
Pasca gagal panen ini, menurut Zahrowi, banyak lahan cabai yang akhirnya dibiarkan kosong.
Bahkan, banyak yang tidak digarap maksimal lagi pasca kejadian ini. Sehingga, banyak lahan menganggur, sebagian ditanami dengan kacang tanah. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/petani-cabai-kp_20160425_090842.jpg)