El Nino 'Godzilla' 2026 Mengancam, Pemda DIY Siapkan Strategi Berlapis Amankan Sektor Pertanian

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY mulai proaktif untuk menghadapi ancaman kekeringan ekstrem akibat El Nino Godzilla

Tayang:
Dok. Humas Pemda DIY
ANTISIPASI EL NINO GODZILLA - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY mulai proaktif untuk menghadapi ancaman kekeringan ekstrem akibat El Nino Godzilla yang diprediksi terjadi pada tahun 2026. 

 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY mulai mengambil langkah proaktif untuk menghadapi ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena iklim El Nino "Godzilla".
  • Yang utama saat ini adalah memastikan ketersediaan air irigasi, percepatan masa tanam, hingga optimalisasi alat mesin pertanian di lapangan.
  • Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi secara umum untuk merespons ancaman anomali cuaca tersebut. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mulai mengambil langkah proaktif untuk menghadapi ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena iklim El Nino "Godzilla" yang diprediksi terjadi pada tahun 2026.

Fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan air irigasi, percepatan masa tanam, hingga optimalisasi alat mesin pertanian di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi secara umum untuk merespons ancaman anomali cuaca tersebut.

Evaluasi dari peristiwa serupa pada tahun-tahun sebelumnya menjadi salah satu dasar pengambilan kebijakan.

"Pertama, kita mencermati beberapa potensi yang ada di Yogyakarta. Kita menginventarisasi hal-hal yang berkaitan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di Yogyakarta. Nah, tentu dasarnya dari data BMKG," ujar Aris, Selasa (7/4/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya belajar dari pergeseran musim tanam yang sempat terjadi beberapa tahun lalu. 

"Kedua, kita juga berpijak pada peristiwa yang sudah pernah terjadi di tahun 2023, yang mana ketika itu peristiwanya hampir sama sehingga musim tanamnya bergeser ke tahun berikutnya. Itu juga menjadi bagian dari perhatian kita," tambahnya.

Terkait antisipasi teknis di lapangan, Aris meminta seluruh infrastruktur pertanian dipastikan kesiapannya sejak dini.

"Ketiga, terkait alat-alat mesin pertanian yang sudah ada di lapangan. Alat-alat yang ada di lapangan itu harapan kita segera difungsikan. Baik itu traktor, pompa air, maupun yang berkaitan dengan irigasi perpipaan dan sebagainya. Harapan kami itu segera difungsikan. Jadi kalau ada kendala, kita bisa langsung antisipasi. Sekarang misalnya, jika ada saluran air yang mampet dan sebagainya, itu bisa segera disikapi. Itu yang ketiga," tegasnya.

Mengingat saat ini ketersediaan air masih relatif aman, DPKP DIY mendorong para petani untuk tidak menunda pekerjaan lahan. 

"Keempat, kita berharap kalau sekarang waktunya menanam, ya segera menanam. Jangan ditunda. Karena dengan menanam sekarang ini, mumpung kondisi air masih mencukupi, pada akhirnya nanti bisa mengantisipasi dampak dari kemungkinan terjadinya El Nino Godzilla tersebut. Jadi, antara lain itu langkah-langkah yang coba kita lakukan."

7 pilar minimalkan dampak gagal panen

Lebih lanjut Aris menjelaskan, terdapat tujuh pilar utama yang akan dieksekusi secara terperinci guna meminimalisasi dampak gagal panen:

• Pemetaan dan Sistem Peringatan Dini (EWS): Melakukan mapping (pemetaan) pada wilayah langganan kekeringan, membangun early warning system, memitigasi kekeringan, serta menggerakkan "brigade kekeringan".

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved