LIPSUS: Dinas Tak Bisa Jangkau Semua UMKM
Kepala Disperindakop Bantul, Sulistyanto mengakui bahwa memang tidak semua UMKM di wilayahnya bisa tersentuh oleh pihaknya.
Penulis: dnh | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepala Disperindakop Bantul, Sulistyanto mengakui bahwa memang tidak semua UMKM di wilayahnya bisa tersentuh oleh pihaknya.
Alasannya adalah karena keterbatasan dari Dinasnya. Ia pun mengakui ada beberapa potensi yang luput dari perhatian.
"Jujur saja, saya belum pernah tahu kalau di daerah Kaliberot tempatnya ndelik, mobil aja susah masuk, itu tas 100 persen Ekspor ke Amerika," ujarnya ditemui di kantornya belum lama ini.
Informasi tentang hal tersebut menurutnya berasal dari Korwil Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) yang ada di tingkat kecamatan.
Dekranas yang ada di kecamatan memang dibentuk salah satu tujuannya untuk memantau potensi‑potensi UMKM yang ada di wilayah yang selama ini luput dari pengamatan Dinas.
"Makanya setelah kita tahu ada laporan dari Korwil kita garap, kita tingkatkan kualitasnya, kita di tataran pengembangannya tadi. Banyak kasus‑kasus seperti itu," ujarnya.
Menurutnya, dalam upaya mengembangkan UMKM perlu ada peran aktif dari UMKM itu sendiri, UMKM harus pro aktif.
Terlebih di Bantul, dari data terakhir ada 30.638 UMKM. Dengan rincian usaha mikro 24.129, usaha kecil 6.390 dan usaha menengah 119.
"Sering kita menemukan seperti itu, kita kan personel terbatas, tangan tak sampai," akunya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pembuatan-patung_20160522_190439.jpg)