Mau Tahu Perbedaan Airsoft Gun dan Air Gun? Ini Penjelasannya

Keduanya adalah tiruan senjata api dengan kekuatan yang berbeda pula.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
net
Airsoft gun 

Hans Simanihuruk
Praktisi Penembak Air Soft Gun

Belakangan beredar kasus penembakan dengan menggunakan senjata air gun. Air gun di sini berbeda dengan air soft gun.

Keduanya adalah tiruan senjata api dengan kekuatan yang berbeda pula.

Untuk membedakan air soft gun dan air gun adalah terletak pada pelurunya.

peluru Air soft gun terbuat dari plastik dan dilontarkan dengan gas freon. Untuk kecepatan peluru ketika ditembakkan sekitar 300 FPS.

Dengan kecepatan dan bahan dasar peluru ini, air soft gun aman digunakan untuk permainan perang-perangan atau war game dan olahraga tembak reaksi cepat.

Sedangkan airgun, pelurunya berbahan dasar metal, bisa besi, tembaga, baja atau aluminium. Senjata airgun menggunakan gas Co2.

Dengan bahan gas ini, air gun berkekuatan 400 hingga 500 FPS dan dapat melukai orang yang ditembaknya. Walaupun tidak menembus daging, tapi dapat memecah kulit.

Di luar negeri air gun digunakan untuk mengusir hama seperti tikus dan burung. Air gun tidak mungkin digunakan untuk olahraga menembak karena dapat melukai dan tidak akurat.

Melihat dari kasus yang selama ini terjadi, pelaku kejahatan kebanyakan menggunakan air gun untuk mempersenjatai diri.

Bentuknya yang sangat mirip dengan senjata api dan kemampuannya untuk melukai inilah mengapa air gun kerap disalahgunakan.

Terkait penjualannya, air soft gun dan air gun terbilang masih bebas. Siapa saja bisa menjual dan membelinya secara online.

Dan tidak ada pencatatan atau surat-surat kepemilikan untuk kedua senjata ini. Kedua barang ini masuk ke Indonesia secara bersamaan.

Sebenarnya kontrol untuk penjualan barang ini adalah di Bea Cukai, karena air gun dan air soft gun hanya di produksi di luar negeri dan Indonesia belum ada yang memproduksi.

Biasanya kedua senjata ini didatangkan dari negara Hongkong, Cina, Jepang dan Taiwan dengan kisaran harga paling murah Rp 2 juta.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved