17 Pelajar Tertangkap Membolos di Jam Sekolah

Sebanyak 17 pelajar terjaring razia yang dilaksanakan oleh gabungan Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta bersama Dinas Pendidikan, Kantor Kesatuan Bangsa

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUN JOGJA/RENDIKA FERI KURNIAWAN
Ilustrasi: Petugas sidak Forum P4GN menyidak beberapa siswa yang sedang menongkrong di pinggir jalan di luar jam sekolah, Jumat (20/11). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 17 pelajar terjaring razia yang dilaksanakan oleh gabungan Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta bersama Dinas Pendidikan, Kantor Kesatuan Bangsa beserta kepolisian.

Operasi ketertiban yang dilakukan pada hari Senin (22/2/2016) dan Selasa (23/2/2016) ini ditujukan untuk menjaring pelajar sekolah yang kedapatan membolos pada jam sekolah.

"Razia dilakukan untuk merazia pelajar-pelajar yang keluyuran di jam sekolah. Harapannya ini menjadi shock terapy buat mereka agar tak membolos lagi di jam sekolah," ujar Seksi Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Murjoko, Selasa (23/2/2016).

Murjoko menuturkan, razia pelajar yang membolos pada jam sekolah ini dinilai sudah intensif, minimal pada sebulan dilakukan empat kali kegiatan.

Pelajar-pelajar yang tertangkap tangan membolos pun dilakukan pembinaan di tempat dan juga diberikan surat tembusan untuk melakukan pembinaan.

Pada razia kali ini menyasar lokasi yang kerap dijadikan ajang nongkrong atau bermain para pelajar, seperti warung internet dan wahana game online, warung makan, lapangan dan ruang terbuka.

"Empat belas pelajar yang kami jaring di hari pertama razia itu seluruhnya tengah bermain di warung internet dan permainan di kawasan Umbulharjo. Sedangkan tiga pelajar kali ini di wilayah Jetis," imbuh Murjoko.

Sepanjang tahun 2015 lalu, terdapat 34 pelajar yang berhasil terjaring. Sedangkan pada awal tahun 2016 ini, sebanyak 17 pelajar yang tertangkap.

Dinas Ketertiban terus menggencarkan operasi serupa untuk menekan terjadinya kasus tawuran ataupun pelanggaran lain.

Menanggapi banyaknya pelajar yang kedapatan membolos pada jam sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana, menghimbau kepada sekolah-sekolah untuk senantiasa memantau siswa-siswinya agar tidak melakukan pelanggaran.

Ia menuturkan, sekolah diminta memperketat aturan tata tertib (tatib), dan melakukan pembinaan serta penindakan kepada siswa-siswi yang masih saja bandel membolos pada jam sekolah.

Salah satunya dengan pemberian kredit poin yang berat bagi siswa yang melanggar. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved