BREAKING NEWS: Alhamdulillah Adel Sehat dan Boleh Pulang

Adel adalah pasien transplantasi hati yang menjalani operasi pada 11 November 2015 silam.

Tribun Jogja/Kurniatul Hidayah
Adelia Dwi Cahyo (1), dinyatakan sehat dan diperbolehkan meninggalkan RSUP Dr Sardjito, Kamis (11/2/2016). Adel adalah pasien transplantasi hati yang menjalani operasi pada 11 November 2015 silam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Adelia Dwi Cahyo (1), dinyatakan sehat dan diperbolehkan meninggalkan RSUP Dr Sardjito, Kamis (11/2/2016).

Adel adalah pasien transplantasi hati yang menjalani operasi pada 11 November 2015 silam.

Transplantasi hati yang ditangani tim dokter RSUP Dr Sardjito bersama tim dokter dari Kyoto University merupakan operasi pertama di Yogyakarta, yang sukses melakukan transplantasi hati donor hidup pertama.

Pendonor, yang tak lain adalah ibu kandung Adel, Dwi Purwanti, mengaku senang akhirnya Adel diperbolehkan pulang.

"Adel sudah sehat sekarang. Alhamdulillah sudah boleh pulang. Kami sekeluarga sangat senang," bebernya di hadapan awak media, dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru.

Usianya baru 10 bulan tetapi bocah ini harus menghadapi operasi cangkok hati agar sakitnya tak makin parah.

Adel, nama panggilannya, dia penderita Atresia Biliaris, kelainan organ hati sebab tak memiliki saluran empedu untuk membuang racun metabolisme dari hati, membahayakan sebab hati Adel lama kelamaan memicu penyakit Sirosis yang mengancam penderitanya.

Kisah 'berbagi hati' Adelia Dwi Cahyo dimulai dari beberapa tahun lalu ketika anak pasangan suami Cahyo Kustaman (33) dan Dwi Purwanti (33), warga Telogo, Taman Tirto, Kasihan, Bantul divonis menderita penyakit Atresia Biliaris sejak lahir.

Penyakit itu membuat perutnya membuncit, kulitnya menguning dan matanya memutih. Urinenya menjadi gelap, dan fesesnya lama kelamaan menjadi hijau.

Awalnya, ibu Adel, Dwi Purwanti tak mengetahui anaknya menderita penyakit tersebut. Hingga akhirnya tahu kemudian membawanya anaknya ke bidan di daerahnya.

Ternyata, bidan tak mengetahui penyakit yang menimpanya. Adel kemudian dirujuk ke dokter spesialis anak di RSUD Bantul.

Sepuluh hari, Adel, dirawat di rumah sakit, ia hanya diberikan obat saja, namun kesehatan Adel terus memburuk. Adel dirujuk kembali ke RSUP Sardjito. 

Setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan, tim dokter di RSUP dr. Sardjito memvonis Adel menderita Atresia, dan harus segera dioperasi bypass untuk membuat saluran dari hati ke usus, supaya empedu tak terlanjur merusak jaringan-jaringan di hatinya.

Setelah dioperasi, sementara kondisi kesehatan Adel membaik, untuk segera dilakukan prosedur selanjutnya yaitu operasi transplantasi hati.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved