Mi Instan Tetap Jadi Favorit Mahasiswa Meski Dikatakan Tak Sehat

Biasanya dalam sehari kami menghabiskan dua kardus mi goreng dan satu setengah kardus mi rebus. Setiap kardus, berisikan 40 bungkus mi instan

Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai kota yang banyak ditinggali mahasiswa, warung makan dengan harga terjangkau sangat gampang ditemukan di Yogyakarta.

“Burjo” adalah jenis warung makan murah yang banyak ditemukan di Kota Pelajar ini.

Salah satu menu andalan di warung makan yang sebagian besar buka 24 jam ini adalah mie instan.

Harga yang murah dan rasa yang lumayan menjadikannya favorit para mahasiswa meskipun mi instant sering disebut sebagai makanan yang kurang sehat, seperti yang disuarakan oleh YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) belum lama ini.

Tingginya konsumsi mi instant di Yogyakarta, khususnya di kalangan pelajar ataupun mahasiswa dapat terlihat dari cukup tingginya penjualan mi instan dibeberapa warung “Burjo”.

Krisna (21) salah satu pegawai burjo di sekitaran Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengatakan, dalam sehari warung makannya mampu menjual tiga setengah kardus mi instant.

“Biasanya dalam sehari kami menghabiskan dua kardus mi goreng dan satu setengah kardus mi rebus. Setiap kardus, berisikan 40 bungkus mi instan,” ujar Krisna, Senin (1/2/2016).

Sebagian besar pelanggan warung “Burjo” yang buka 24 jam tersebut adalah mahasiswa.

Selain buka di sekitaran kampus UNY, “Burjo” yang satu ini juga buka di delapan tempat lainnya di sekitaran wilayah Yogyakarta, dan menghabiskan jumlah mi intant yang hampir sama setiap harinya.

Di warung “Burjo” lainnya yang berada di sekitar daerah Klebengan, Tono pria asal Kuningan yang menjadi pengelolanya mengatakan dalam sehari tempatnya menghabiskan sekitar setengah kardus mi goreng dan setengah kardus mi rebus.

“Kebanyakan yang pesan mi instan adalah para mahasiswa,” ujar Tono.

Sebagian besar para pedagang mi instan ini adalah warga Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Warga Kuningan.

Andi Waruga selaku Ketua Paguyuban tersebut mengatakan, hingga tahun 2015 di Yogyakarta tercatat ada sekitar 1.500 warung Burjo yang dimiliki oleh warga Kuningan.

Jika dirata-rata, dalam sehari satu warung Burjo tersebut menghabiskan sekitar satu kardus mi instan.

Khawatir

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved