Organda Solo Belum Turunkan Tarif Angkutan
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Surakarta belum menentukan sikap untuk merespons kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Surakarta belum menentukan sikap untuk merespons kebijakan pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar pada 5 Januari 2016. Alasannya, belum ada arahan dari pusat.
Selain itu, kata Ketua Organda Kota Surakarta, Joko Suprapto, pihaknya masih menunggu adanya masukan dari para pengusaha angkutan umum di Kota Solo untuk menentukan sipak pascapenurunan harga BBM.
Menurut Joko, meski harga BBM turun, tarif angkutan umum tidak serta merta ikut turun. Karena, harga alat-alat kendaraan atau onderdil hingga saat ini, masih bertahan stabil.
"Tarif angkutan umum tidak hanya dipengaruhi oleh harga BBM, tetapi juga mahalnya onderdil kendaraan," katanya, Jumat (8/1/2016), di Solo.
Diwawancara secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajat, mengatakan, pihaknya berencana mengkaji ulang tarif angkutan umum terkait turunnya harga BBM.
Menurut Yosca, selain masih menunggu instruksi dari pusat, dirinya juga menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk Organda. (ant)
Selengkapnya, baca di halaman 2 Tribun Jogja edisi Minggu (10/1/2016)