Citizen Journalism
Berkuliah Sambil Berbisnis Kosmetik
Ibu saya selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mau bekerja keras dan mandiri.
Arni Setya Julita
Mahasiswi PGSD UST
SAYA dilahirkan dari keluarga yang biasa saja. Bapak saya seorang pegawai negeri sipil (PNS), dan ibu seorang guru. Saya anak bungsu, dan memiliki dua orang kakak perempuan; sejak kecil kami dibiasakan untuk hidup sederhana oleh orangtua.
Kedua orangtua saya memang orang yang disiplin dan tegas terhadap anak-anaknya, tetapi sebenarnya sayang terhadap anak-anaknya.
Ibu saya selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mau bekerja keras dan mandiri.
Ibu saya pernah mengatakan, "Jika kita ingin membeli sesuatu jangan hanya selalu meminta tetapi suatu saat harus mampu membeli dengan uang yang kita kumpulkan sendiri."
Dahulu, jika saya mempunyai keinginan membeli sesuatu, sudah terbiasa untuk menyisihkan uang saku. Semakin beranjak dewasa keinginan dan kebutuhan saya semakin banyak.
Di sisi lain, saya merasa malu dan tidak enak jika terus-menerus meminta uang, terlebih untuk membeli barang-barang yang saya inginkan, karena saya tidak ingin merepotkan kedua orangtua.
Dari situ saya mulai memutar otak bagaimana caranya untuk mendapatkan tambahan uang saku. Saat saya duduk di bangku SMA saya memulai dengan berjualan pulsa, bahkan berjualan baju pun pernah saya lakukan.
Hingga pada akhirnya saya mendapat informasi dari teman tentang memasarkan produk kosmetik.
Berawal dari situ saya mulai tertarik dan menekuni memasarkan kosmetik. Saya mulai menawarkan dari teman-teman terdekat, lalu mencoba memposting via online secara terus-menerus.
Awalnya sempat hampir putus asa karena banyak yang belum tertarik tetapi saya tidak menyerah untuk terus menawarkan dan memposting.
Hingga pada akhirnya banyak teman yang sudah mengetahui lalu memesan, dan lambat laun menjadi pelanggan sehingga dapat bertahan sampai saat ini.
Dari semua itu saya mendapatkan keuntungan yang lumayan, dan dapat digunakan untuk menambah uang saku dan sebagian bisa saya tabung.
Saat ini, selain berkuliah di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, saya juga menjadi seorang pengajar les privat untuk anak SD.
Mengajar les dapat menambah pengalaman bagi saya ke depannya, sebagai calon pendidik dalam menghadapi peserta didik.
Walaupun terkadang saya sibuk dengan semua kegiatan tersebut tetapi saya tidak pernah lupa dengan kewajiban saya sebagai seorang mahasiswi.
"Segala sesuatu dapat tercapai dengan doa dan kerja keras," demikian motto saya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/citizen_0601_20160106_181423.jpg)