KBPH Suryodilogo Ziarah ke Makam Leluhur di Girigondo

Calon KGPAA Pakualam X ini baru saja melakukan ziarah serupa di Astana Kotagede, Yogyakarta.

Tayang:
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Yoseph Hary W
KBPH Suryodilogo saat melakukan ziarah makam para leluhur di Astana Girigondo di Kaligintung Kecamatan Temon Kulonprogo, Kamis (31/12/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - KBPH Suryodilogo melakukan ziarah ke makam leluluhur di Astana Girigondo, di Kaligintung, Kecamatan Temon Kulonprogo, Kamis (31/12/2015).

Sebelumnya, calon KGPAA Pakualam X ini baru saja melakukan ziarah serupa di Astana Kotagede, Yogyakarta.

Ziarah tersebut merupakan bagian dari prosesi jelang jumenengan. Bersama keluarga, kerabat dan puluhan abdi dalem,
KBPH Suryodilogo melakukan tabur bunga.

Prosesi ziarah ini juga diikuti warga sekitar. Mereka melakukan doa dan tahlil di komplek makam Girigondo.

Usai melakukan ziarah, KBPH Suryodilogo mengatakan ziarah tersebut untuk mendoakan para leluhur dan memohon berkah dari Yang Maha Esa. "

Tadi dari Astana Kotagede. Sekarang lanjut Astana Girigondo," katanya, Kamis (31/12/2015).

Suryodilogo menyebut ziarah tersebut merupakan hal biasa. Namun ziarah juga bagian dari prosesi jelang jumenengan yang bakal digelar 7 Januari 2016. Selain tabur bunga, pada ziarah kali ini juga dilakukan tanam pohon kantil kuning.

Selain tanam pohon kantil kuning pemberian abdi dalem di Makam Kotagede, juga ditanam pohon Cempoko Mulyo di Puropakualaman.

"Agar tidak gersang. Biar kumanthil," ujarnya.

Ketua Panitia I Jumenengan Pakualam X, KPH Indrokusumo, menyampaikan ziarah ada dalam tatanan prosesi jumenengan.

Sebab itu, kegiatan ziarah tidak lah mengada-ada. Ada pun ziarah dilakukan di Astana Kotagede makam Pakualam I - IV dan di Astana Girigondo makam Pakualam V - IX.

Sesuai rencana, prosesi jumenengan digelar pada 7 Januari pukul 08.30. Diawali bedoyo dan jumenengan, prosesi itu akan dilanjut kirab kereta membawa Pakualam, adik-adik, dan pengikutnya lepas ashar.

"Disiapkan empat kereta. Wujud memperkenalkan Pakualam yang baru pada masyarakat," katanya.

Disebutkan, kereta tersebut antara lain Kyai Manik Brojonolo dan Roro Kumenyam serta Kyai Permili. Dalam prosesi tersebut juga akan dilakukan penyematan pusaka berupa keris secara simbolis.

Tamu yang diundang antara lain keraton dan kerajaan dari Cirebon, Solo, hingga Bali. Selain itu juga raja dari Gowa dan Bima. Demikian juga beberapa menteri dan mantan presiden Megawati juga diundang. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved