Warga Tolak Pendirian Pabrik Penggilingan Batu

Rencana pembangunan pabrik penggilingan batu di Gegunung, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih ditolak warga setempat.

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Yoseph Harry
Rencana pembangunan pabrik penggilingan batu di Gegunung, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih ditolak warga setempat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Rencana pembangunan pabrik penggilingan batu di Gegunung, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih ditolak warga setempat.

Pasalnya, warga merasa khawatir tidak akan mendapatkan dampak positif atas keberadaan pabrik tersebut.

Warga pun berinisiatif menyatakan penolakan mereka dengan memasang spanduk.

Daripada menjadi tempat penggilingan batu, mereka berpikir lebih baik tanah tersebut dijadikan lahan pertanian untuk digarap warga.

Penolakan tersebut juga telah mereka musyawarahkan bersama. Dalam musyawarah warga itu, mereka sepakat menolak pendirian pabrik yang diprakarsai PT Cipta Menoreh Santoso.

"Warga sudah rapat. Kami tidak mengizinkan ada pabrik penggilingan batu," ujar warga setempat, Untoro, Senin (28/12/2015).

Lokasi calon pabrik sebenarnya merupakan tanah kas Desa Banyuroto Nanggulan. Namun, posisinya berada di wilayah Gegunung Sendangsari Pengasih.

Setelah sekian lama menjadi ladang tebu yang dikelola PT Madukismo, kini rencananya lahan itu akan menjadi lokasi pabrik.

Warga menolak. Pasalnya, mereka khawatir hanya akan mendapat dampak negatifnya. Apalagi, menurutnya, sejauh ini juga belum ada sosialisasi berkaitan dengan pabrik itu.

Ketua Kelompok Tani Makmur, Sugino, mengatakan warga berharap lahan menjadi area pertanian.

Hal itu karena mayoritas warga merupakan petani sehingga bisa menggarapnya. Sebab itu, warga berusaha mempertahankan atau mencegah pendirian pabrik penggilingan batu. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved