Tribun Opini

Macet, Macet, dan Macet di Yogyakarta

Macet menjadi kata yang umum diucapkan di tengah-tengah masyarakat Yogyakarta akhir-akhir ini.

Editor: Muhammad Fatoni
dok.pri
Hastangka 

Berdampak

Untuk mengurai kemacetan, perlu upaya serius dari pemerintah. Persoalan kemacetan akan berdampak pada kualitas pelayanan dan ketahanan nasional suatu negara dan daerah terkait pelayanan publik yang buruk, negara yang tidak hadir terhadap persoalan warga negara, dan minimnya perhatian dari pemerintah terhadap persoalan-persoalan kewarganegaraan.

Citra suatu daerah menjadi buruk ketika sistem dan manajemen pemerintah di tingkat lokal kurang memperhatikan persoalan-persoalan publik.

Macet menjadi persoalan publik yang jarang mendapatkan perhatian serius. Beberapa pandangan yang berbeda muncul dalam menanggapi kemacetan, yaitu macet dianggap sebagai hal yang positif karena sebagai bukti daya tarik suatu daerah masih ada, dan meningkatkan ekonomi rakyat karena banyak pengunjung datang ke daerah tersebut.

Pandangan lain mengungkapkan bahwa macet adalah dampak dari salah urus dan ketidakpedulian para pengambil kebijakan untuk mengurai kemacetan, karena untuk mengurai kemacetan tidak dapat sekadar bongkar pasang tanda lalu lintas dan mengubah jalan dari dua arah menjadi satu arah.

Akhirnya, macet menjadi kenangan baru bagi para pengunjung ketika berwisata di Kota Yogyakarta. (*)

Selengkapnya, baca halaman 1 Tribun Jogja edisi Selasa (29/12/2015)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved