Tribun Opini
Macet, Macet, dan Macet di Yogyakarta
Macet menjadi kata yang umum diucapkan di tengah-tengah masyarakat Yogyakarta akhir-akhir ini.
Hastangka
Peserta Lemhannas Fellowship Program2015
TRIBUNJOGJA.COM - Macet, macet, dan macet, menjadi kata yang umum diucapkan di tengah-tengah masyarakat Yogyakarta akhir-akhir ini.
Kata macet tidak hanya menjadi ucapan yang sering diutarakan oleh masyarakat Yogyakarta tetapi juga para pengunjung yang datang ke Yogyakarta di akhir pekan, atau akhir tahun.
Berbicara tentang macet biasanya yang ada di benak orang ialah kota Jakarta, karena di mana-mana dapat ditemukan kemacetan di Jakarta.
Tetapi hal itu sudah mulai bergeser, kemacetan lalu lintas tidak terjadi hanya di kota besar seperti Jakarta tetapi juga merambah di berbagai daerah di Indonesia.
Libur Natal dan tahun baru menjadi satu rangkaian libur panjang akhir tahun bagi para pekerja. Banyak orang menghabiskan libur akhir tahun dengan berkunjung ke keluarga besar, pulang kampung, liburan ke berbagai tempat wisata seperti pantai, kebun binatang, gunung, dan taman wisata yang menawarkan berbagai macam hiburan.
Yogyakarta menjadi salah satu tujuan wisata yang terkenal di Indonesia. Daya tarik Yogyakarta yang masih memiliki magnet yang cukup besar ialah Keraton Yogyakarta, upacara sekaten, upacara labuhan, pantai yang indah di sepanjang wilayah Gunungkidul, dan beberapa peninggalan bersejarah.
Pada awal mulanya Yogyakarta dikenal sebagai kota yang penuh kenangan. Ingatan orang ketika pernah berkunjung ke Yogyakarta, dan kembali lagi, selalu kangen atau rindu akan suasana Kota Yogyakarta yang nyaman, aman, dan indah.
Kini, Yogyakarta sudah berubah. Potret Yogyakarta menjadi pembicaraan masyarakat di luar dan para wisatawan ialah Yogyakarta sudah tidak lagi berhati nyaman, slogan yang selalu terpasang di beberapa titik tersebut telah kehilangan otentitasnya.
Dampak dari pembangunan hunian, hotel, dan bangunan tinggi komersial telah memberikan kontribusi, di mana Yogyakarta telah kehilangan jati diri dan ciri khas keistimewaannya.
Salah satu yang telah menjadi keluhan dari para wisatawan dan masyarakat setempat adalah persoalan kemacetan yang semakin hari semakin parah. Macet menjadi ucapan yang sering terlintas dibenak orang ketika sudah masuk ke wilayah Yogyakarta.
Macet menjadi kata yang umum diucapkan di tengah-tengah masyarakat Yogyakarta akhir-akhir ini.
Tata ruang kota dan manajemen lalu lintas yang belum tertata dengan baik, menjadi bagian persoalan kemacetan di Kota Yogyakarta.
Hal ini dapat dilihat, antara lain, dari adanya tanda lalu lintas yang tertutup oleh billboard iklan, tanda lalu lintas yang tertutup oleh corat-coret, banyak badan jalan digunakan sebagai kantong parkir, dan kecenderungan dibiarkan, sebagaimana terjadi di ruas Jl Herman Yohanes, Jl Cik Di Tiro, Jl Solo, dan lain-lain.
Berbagai pembiaran terkait penataan lalu lintas menambah hiruk-pikuknya lalu lintas Kota Yogyakarta semakin semrawut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/opini_2812_20151228_215432.jpg)