Nilai A untuk Kado Saat Hari Ibu

Melalui seorang ibu kita mendapatkan arti sebuah kasih sayang dan ketulusan yang begitu besar.

Dok pri
Nindi Aryana, Mahasiswi PGSD Sarjanawiyata Tamansiswa 

IBU merupakan malaikat yang benar-benar nyata. Pengorbanan seorang ibu tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Ibu yang dapat menjadi seorang sahabat, pendengar yang baik, bahkan dapat menerima kita apa adanya.

Melalui seorang ibu kita mendapatkan arti sebuah kasih sayang dan ketulusan yang begitu besar.

Tanggal 22 Desember merupakan peringatan Hari Ibu. Sampai 22 Desember 2015, saya belum pernah memberikan kado spesial untuk ibu saya.

Setiap orang berbeda-beda dalam memperingati Hari Ibu, yang identik dengan pemberian kado berwujud barang.

Tetapi berbeda dengan saya, mahasiswi yang membutuhkan biaya tidak sedikit, apalagi berkuliah di perguruan tinggi swasta, yaitu di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Berkaitan dengan Hari Ibu, kado yang dapat saya berikan hanyalah berwujud nilai mata kuliah.

Ini berhubungan dengan tugas Keterampilan Bahasa Indonesia Tulis (KBIT), jika artikel yang saya buat dapat termuat di media massa maka jaminan nilai A dapat saya peroleh.

Tetapi tidak semudah yang dibayangkan. Saya pernah membuat sebuah artikel namun belum termuat di salah satu media cetak.

Hal tersebut lantas tidak membuat saya berkecil hati, walaupun banyak dari beberapa teman saya sudah termuat.

Tetapi hal itu tidak akan mematahkan semangat saya untuk mendapatkan nilai A dengan termuatnya artikel saya.

Bagi saya kegagalan menjadi motivasi untuk mencoba, karena kesempatan tidak datang dua kali. Itulah sebabnya saya berusaha mendapatkan nilai A.

Dengan demikian kado yang akan saya persembahkan untuk ibu saya adalah dengan memperoleh nilai A. Begitu aneh, bukan? Betapa penting nilai A menjadi sebuah kado di hari ibu....

Kabupaten Sleman, tepatnya di Desa Saragan, Pandowoharjo, merupakan tempat tinggal saya, yang dilahirkan dari keluarga sederhana.

Ibu saya bernama Sukini, yang kinu berusia 43 tahun. Beliau hanya ibu rumah tangga.

Kesederhanaan itulah yang membuat saya selalu mementingkan hal sekecil apapun bahkan yang berkaitan dengan kuliah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved