Lipsus Bisnis Online Yogya

Lewat Online, Produk Yogya Tembus Pasar Mancanegara

Saptono mengaku dalam satu tahun bisa menjual ratusan tas kulit handmade serta aksesori lainnya.

Penulis: dnh | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA ‑Sebagai perajin kulit, Saptono Rubini memiliki prinsip memprioritaskan kualitas produk. Ia ingin produk handmade yang dihasilkan memberikan kepuasan bagi pemakainya, sehingga kualitas menjadi prioritas.

Namun dengan mempertahankan prinsipnya tersebut, ia merasa kesulitan untuk memasarkan produknya di kalangan lokal.

Selain harganya yang tidak sesuai dengan segmen lokal, maka buyer yang memiliki uang seringkali lebih memilih merek luar negeri dibanding produk lokal, meski kualitasnya belum tentu lebih bagus.

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan segmen yang sesuai, Saptono akhirnya memilih jalur online untuk menawarkan produk tas kulit handmade yang ia beri merek Mario Rubini ini.

Melalui jalur ini, produk asli Sleman ini pun mulai merambah luar negeri. Menggunakan jalur online, Mario Rubini bisa dikenal oleh banyak orang.

"Daya beli untuk menyerap produk saya itu susah kalau di Yogyakarta, makanya kita memanfaatkan berbagai jalur online untuk merangkul pasar‑pasar yang luas, yang tidak bisa dijangkau oleh offline marketing," ujarnya saat ditemui di kantornya di daerah Sleman pekan kemarin.

Jika melihat katalog produk miliknya, secara sepintas produk‑produk yang dihasilkan oleh Saptono mirip dengan produk‑produk yang sudah memiliki nama besar.

Benar saja, segmen dari produk milik Saptono adalah segmen menengah ke atas, ini juga bisa terlihat dari harga‑harga produknya.

Sebuah tas ukuran sedang misalnya dibanderol dengan harga hampir Rp1 juta. Selain itu ada juga produk yang harganya lebih dari Rp2 juta, berupa travel bag.

"Dulu awalnya getok tular dari mulut kemulut, tetapi saat ini hampir semua pembeli melihat dulu barangnya lewat online," ujarnya.

Meski secara produksi belum terlalu besar, Saptono mengaku dalam satu tahun bisa menjual ratusan tas kulit handmade serta aksesori lainnya.

Merasa jalur online sangat menjanjikan, Saptono pun berencana akan semakin menggenjot jalur ini di tahun depan.

Ia juga akan memaksimalkan E‑Commerce atau perdagangan elektronik yang sebenarnya sudah bisa terfasilitasi lewat website miliknya.

Karena menurutnya saat ini meski transaksi bisa dilakukan lewat website secara otomatis, banyak konsumen yang masih enggan untuk memanfaatkan hal tersebut.

Katalog online

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved