Pesta Para Penggemar Reggae di Yogyakarta

SEDERET musisi reggae papan atas nasional tampil di Jogja Reggae Land (JRL) 2015

Tayang:
Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Riezky Andhika P
Musisi reggae papan atas nasional tampil di Jogja Reggae Land (JRL) 2015. 

Yanto Marapu sang vokalis berujar bahwa di perhelatan JRL 2015 inilah lagu tersebut untuk pertama kalinya dibawakan. Sejak 2013 lalu, Marapu hijrah dan mengadu nasib ke Pulau Bali. Keputusan tersebut kemudian hanya menyisakan personel lama, yakni Yanto dan Dondho pada bass.

Setelah bongkar pasang personel di Bali, kini Marapu mengaku semakin solid, dan siap menggetarkan dunia reggae Internasional.

Menurut Yanto, penonton reggae di Jogja dan Bali sama asiknya, meski ada perbedaan di antaranya.

“Di sini ketika memainkan lagu yang belum dimengerti, apresiasi penonton memang agak susah, tapi di sana (Bali,red) para penontonnya memang kebanyakan dari mancanegara, mereka justru lebih respect sama original sound Marapu,” tandasnya.

Sementara itu Levinton Williams mengaku sangat kaget melihat antusias penggemar reggae di Indonesia, termasuk Yogyakarta.

“Respect mereka terhadap budaya Jamaika sangat tinggi, tapi sayang belum banyak musisi Jamaika yang datang ke sini,” ujarnya dengan logat Jamaika yang khas.

Tedjo salah satu panitia JRL 2015 mengatakan kalau event ini memang sengaja digelar untuk membangun virus kedamaian para reggaeman Indonesia.

Satu di antaranya dengan memadukan musik reggae dengan batik dan tarian jawa. Perhelatan JRL 2015 ini juga dipromotori oleh seorang anak muda asal Cilacap, bernama Ardhi Kusumawardana.

“Di tahun pertama ini Jogja Reggae Land mengangkat tema ‘Through Batik Art’, mengingat Jogja yang merupakan kota seni dan budaya. Dalam hal ini kami ingin batik bisa lebih berkembang di dalam, maupun luar negeri,” ujarnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved