Pesta Para Penggemar Reggae di Yogyakarta

SEDERET musisi reggae papan atas nasional tampil di Jogja Reggae Land (JRL) 2015

Tayang:
Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Riezky Andhika P
Musisi reggae papan atas nasional tampil di Jogja Reggae Land (JRL) 2015. 

Di festival tersebut ia bertemu dan berbagi panggung dengan musisi reggae internasional, termasuk Kymani Marley, putra mendiang raja reggae Bob Marley.

Di balik panggung Ras Muhamad bercerita seputar pengalaman perjalanannya, dan juga skena music reggae di Yogyakarta.

Menurut Ras, musik reggae di Yogyakarta sangat maju, dan berkembang pesat. Hal ini juga dikarenakan adanya support dari berbagai genre lainnya.

Menurutnya apresiasi terhadap seni di Yogyakarta sangat tinggi.

“Sesuatu yang berbeda bisa sangat cepat tumbuh di Yogyakarta, bukti nyatanya ialah Dubyouth,” ujarnya.

Ras juga berujar bahwa ia sangat respect dengan Shaggy Dog. Menurutnya meski sudah me-nasional, namun band ska reggae asal Yogyakarta tersebut masih memperjuangkan skena musik lokal di Yogyakarta.

Sebagai musisi dan pegiat kultur reggae di tanah air, Ras Muhamad juga kerap memberikan berbagai edukasi, baik di atas panggung, maupun di sosial media miliknya.

Edukasi yang dilakukannya pun cukup berarti secara signifikan, contohnya dengan semakin banyaknya penggemar reggae di Indonesia, dan banyaknya tanggapan hal hal tentang reggae di sosial media yang tidak melulu terhubung dengan Bob Marley.

Ras Muhamad memang bisa dikatakan sebagai perombak musik reggae Indonesia, selain perjalanannya membawa nama tanah air di berbagai festival reggae di seluruh dunia, pada album terbarunya ‘SALAM’, Ras Muhamad menggandeng beberapa musisi reggae dunia sepeti Kabaka Pyramid (Jamaica), Naptali (Jamaica), Sara Lugo (Jerman), Uwe Kaa (Jerman), KunoKini (Indonesia), dan pemain saxophone Bob Marley and The Wailers, Fraser (Jamaica).

Album yang dirilis dalam bentuk digital dan diedarkan internasional ini menyorot perhatian dari publik reggae di berbagai belahan dunia.

Bahkan pada pertunjukannya di Kosta Rika yang lalu, banyak penonton yang ikut bernyanyi lagu-lagu milik Ras Muhamad, meski kebanyakan penonton tidak mengerti bahasa Indonesia.

“Ya musik memang bahasa universal, di sana (Kosta Rika,red) 80% penggemar reggae adalah perempuan, dan kebanyakan mereka tidak tahu Indonesia, mereka hanya tahu Bali,” ujarnya lalu tertawa.

Dalam waktu dekat Ras Muhamad memiliki rencana untuk tinggal di Jamaika.

Di tanah kelahiran musik dan budaya reggae itu Ras ia mengaku ingin mencari inspirasi dan membuat mini album, sekaligus menghadiri hari raya Bob Marley yang diperingati setiap 6 Februari.

Lain lagi cerita dari Marapu, band yang dibentuk di Yogyakarta ini bakal merayakan 15 eksitensi mereka di blantika musik dengan merilis single. Pada single berjudul ‘Tempat Kita’ ini, Marapu menggaet Levinton Williams, penyanyi asal Jamaika.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved