Kereta Kencana Buatan Ratno Sudah Sampai di Luar Negeri

uBkan hanya mampu membuat andong sendiri, namun dia juga sudah mampu merancang dan membuat kereta kencana sendiri.

Penulis: khr | Editor: oda
tribunjogja/khaerurreza
Kereta Kencana Buatan Ratno Sudah Sampai di Luar Negeri 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Berawal dari pekerjaan dan keahlian lamanya mereparasi andong biasa, Suratno (46) kini bukan hanya mampu membuat andong sendiri, namun dia juga sudah mampu merancang dan membuat kereta kencana sendiri.

Pembeli kereta kencananya sendiri tidak sembarangan, kebanyakan para pengusaha bukan hanya dalam negeri tapi juga luar negeri.

“Pernah ada pembeli dari Belanda, dia kesininya dianterin taksi. Yang dari italia juga pernah,” cerita Ratno saat ditemui Tribun di rumahnya yang ada di Saman, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Selasa (21/7/2015).

Saat ditemui, Ratno masih menggarap pemasangan ornamen pelengkap kereta kencana yang sedang dibuatnya. Ornamen serupa mahkota dan dipadukan dengan 4 buah ukiran naga tersebut akan dipasang diatas atap sebuah kereta kencana yang sedang dikerjakannya.

Kereta kencana yang dibuatnya kali ini nampak pembuatannya sudah mencapai 90 persen, Bbeberapa bagian utama seperti tempat duduk penumpang dalam ruangan kaca berhias penuh ukiran warna emas, roda yang terbuat dari kayu berlapis karet mentah sampai dudukan kuda sudah terpsang dengan baik.

Saat ini hanya tinggal dilakukan finishing dengan memasang ornamen pelengkap dan penghias.

Untuk pembuatan satu buah kereta kencana biasanya dia menghabiskan waktu selama 4-5 bulan mulai dari pembuatan desain perancangan rangka sampai dengan pemasangan ornamen dan hiasan, dalam bekerja dia dibantu oleh dua orang tetangganya.

Tidak semua bagian kereta tersebut dikerjakan sendiri, beberapa bagian seperti roda dan ornamen pelengkap seperti patung dan ukiran diserahkannya kepada orang lain yang biasa mengerjakannya.

Ini juga sekaligus mampu menghemat waktu pengerjaan kereta kencananya.

“Semua saya yang desain, nanti tinggal saya serahkan sama yang ngukir dia yang ngerjakan,” ujar dia menambahkan.

Suratno sendiri memulai bisnisnya sekitar 16 tahun lalu, berawal dari merakit kembali andong-andong yang rusak dia kemudian mulai membuat sendiri desain-desain kereta kencana untuk kemudian dibuatkan di bengkel andong yang lain.

Namun setelah beberapa waktu belajar akhirnya dia mampu membuat sendiri kereta kencana hasil desainnya.

Hingga saat ini sudah belasan kereta kencana yang dibuatnya dan sudah tersebar di banyak tempat, selain sudah sampai di Belanda dan Italia beberapa keretanya juga sudah sampai ke beberpa daerah di Indonesia seperti Nias, Sumatera Utara dan Bali.

Harga kereta kencana yang duijualnya sendiri bervariasi dari puluhan juta sampai diatas seratus juta, teragantung jenis, ukuran dan kelengkapan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved