Nostalgia Era Dieselisasi Perkeretaapian Indonesia
Lokomotif diesel elektrik seri BB200 direstorasi untuk kemudian dibawa ke Ambarawa untuk melengkapi koleksi museum perkeretaapian di sana
Tayang:
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.com | RENTO ARI NUGRAHA
Kepala Balai yasa Yogyakarta, Eko Purwanto berdiri di samping lokomotif diesel elektrik seri BB200 no 8 di Balai Yasa Yogyakarta, Kamis (28/5). Setelah beberapa waktu lalu sukses merestorasi lokomotif Bima Kunting, PT KAI kembali melakukan restorasi pada lokomotif yang menjadi tonggak sejarah perkeretaapian di Indonesia. Kali ini lokomotif diesel elektrik seri BB200 direstorasi untuk kemudian dibawa ke Ambarawa untuk melengkapi koleksi museum perkeretaapian di sana.
Setelah sukses merestorasi lokomotif BB200, lanjut Wawan, pihaknya tidak hanya berhenti di sini.
Ke depan, sejumlah armada lokomotif akan direstorasi atau dihidupkan kembali, terutama yang memiliki nilai sejarah.
"Misalnya saja lokomotif ser CC200 no 15 yang saat ini disimpan di Dipo Lokomotif Cirebon. Kemudian ada pula lokomotif mekanik seri DD5512 dari Cirebon Prujakan. Sementara untuk lokomotif uap, wacananya nanti pada 2016 lokomotif seri D14 akan dihidupkan. Wacananya pula, lokomotif ini akan dipakai untuk menemani Jaladara yang telah lebih dulu beroperasi," pungkasnya.(Rento Ari Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lokomotif_3005_1_20150530_103928.jpg)