Kerugian Akibat Talut Ambrol Rp2,7 Miliar
Panjang talut yang ambrol di 12 titik lokasi banjir secara keseluruhan adalah sepanjang 25 meter
Penulis: tiq | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pascabencana banjir yang terjadi di Yogyakarta pada Rabu (22/4) yang lalu, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta, serta Komisi C DPRD Kota Yogyakarta melakukan tinjauan ke beberapa lokasi yang terdampak banjir pada Selasa (28/4/2015).
Lokasi yang dikunjungi antara lain Kelurahan Kricak yang merupakan bantaran Sungai Winongo dan Jalan Jagalan yang terletak di bawah Jembatan Juminahan, bantaran Sungai Code.
Aki Lukman, Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta memaparkan panjang talut yang ambrol di 12 titik lokasi banjir secara keseluruhan adalah sepanjang 25 meter.
Namun talut di Jaganalan Lor dan Jaganalan Kidul yang dijadikan pemerintah sebagai prioritas perbaikan, melihat kerusakannya memang yang paling parah.
"Kami akan eksekusi pertama kali di dua lokasi tersebut. Untuk talut di Jagalan Lor kami sudah ada anggaran dananya sebesar Rp71 juta, karena sebelum banjir memang sudah ada program perbaikan di lokasi tersebut. Sedangkan di Jagalan Kidul sementara akan menggunakan dana insidental yang dimiliki Kimpraswil," kata Aki, Selasa (28/4/2015).
Lebih lanjut Aki menjelaskan dana insidental yang saat ini dimiliki Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta hanya berkisar Rp150 juta.
Dana tersebutlah yang akan digunakan untuk memperbaiki talut di Jaganalan Kidul, namun hanya mampu membangun talut setinggi 1,5 meter hingga 2 meter saja.
Padahal sebelumnya tinggi talut di Jaganalan Kidul setinggi 3 meter.
"Nanti kekurangan dana akan kami usulkan pada Anggaran Perubahan atau kalau tidak akan kami mintakan bantuan ke Pemerintah Provinsi," ujar Aki.
Sementara Agus Winarta, Kepala BPBD Kota Yogyakarta mengatakan saat ini pihaknya sudah memiliki hitungan kerugian yang disebabkan kerusakan talut di 12 titik lokasi banjir Kota Yogyakarta.
Kerugian ditaksir mencapai Rp2,7 miliar. Senada dengan Aki, Agus mengatakan usulan dana tersebut saat ini sudah diajukan ke BPBD DIY.
"Kami tinggal menunggu keputusan dari provinsi. Katanya memang sudah dirapatkan," kata Agus.
Lalu terkait Jembatan Juminahan yang ditutup selama perbaikan talut di Jagalan Lor dan Jagalan Kidul, Agus menegaskan sebenarnya tidak ada masalah dengan struktur jembatan.
Hanya saja saat kejadian talut ambrol, banyak orang yang berhenti di jembatan untuk menonton.
"Jadi penutupan dilakukan demi keamanan saja. Biar tidak banyak orang bergerombol di atas jembatan," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/talut-ambrol-3_2304_20150423_103751.jpg)