Teknik Melukis Unik Pakai Obat Nyamuk dan Rokok Hasilkan Ribuan Dolar
Wawan memulai eksperimennya melukis dengan menggunakan lidi, kayu bakar, kulit kelapa dan bahkan dupa
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Adapun untuk menggarap lukisannya, Wawan membutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan, atau bahkan 3 minggu, tergantung dari kesulitan pengerjaannya. Untuk menghasilkan karya terbaiknya tersebut, Wawan kerap menghabiskan 19 bungkus obat dan 19 bungkus rokok.
“Paling banyak, menggunakan obat nyamuk. Rokok hanya saya gunakan untuk membantu karya saya saja. Agar tidak terhirup asapnya, saya selalu memperhatikan arah angin,” ujar pelukis kelahiran 3 Juli 1982 ini.
Sawah dan Ladang
Untuk inspirasi lukisan, Wawan kerap mendatangi sawah, ladang, dan pusat kegiatan masyarakat. Dia mengaku cukup tertarik melukiskan kehidupan nyata, lantaran lukisan itu sangat jujur dan sesuai dengan realitas.
“Kadang saya suka melukis orang membajak sawah. Saya bandingkan dengan saat ini, dimana petani sudah banyak menggunakan traktor. Begitu juga tema-tema lukisan saya lainnya yang saya ambil dari kehidupan sehari-hari,” kata Wawan yang sedang menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan seni rupa ini.
Lukisan Wawan yang saat ini cukup menarik adalah lukisan gatotkaca yang dia bandingkan dengan tokoh superhero Amerika, Superman. Dalam lukisan itu, Wawan menggambarkan ketokohan Gatotkaca yang jauh lebih keren dibandingkan dengan Superman.
Lukisan itu, cukup hidup dengan garis-garis detil dan pengerjaan cukup matang. Lukisannya itu dibuat tahun 2012 lalu dan hingga kini masih dipajang di galeri The Bodho, di dekat Candi Borobudur.
“Saya bercerita bahwa superhero itu bukan hanya ada di luar negeri, tapi di Indonesia juga ada,” tutupnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lukisan-geni_2303.jpg)