Keris Termahal Buatan Aladin Seharga Rp70 Juta

Bagi pecinta keris, nama Dusun Banyusumurup, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Bantul tak akan asing bagi mereka

Tayang:
Penulis: say | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Siti Ariyanti

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bagi pecinta keris, nama Dusun Banyusumurup, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Bantul tak akan asing bagi mereka. Semenjak puluhan tahun lalu, warga di dusun tersebut, secara turun temurun telah memproduksi keris.

Satu dari 100 perajin yang ada di Banyusumurup adalah Aladin, warga RT 03 yang menjadi perajin keris semenjak tahun 1997 lalu. Ia merupakan generasi kelima keturunan Empu Supo dari Kerajaan Majapahit yang ahli dalam membuat keris.

Dalam sebulan, Aladin mampu membuat 200 hingga 600 keris souvenir dan keris khusus. Sedangkan harganya mulai Rp 50.000 hingga puluhan juta rupiah.

"Usaha ini dilakukan secara turun temurun. Usaha ini saya pegang mulai tahun 1997," kata bapak dari dua putra ini di kediamannya, Kamis (25/9/2014).

Aladin menuturkan, keris souvenir terbuat dari bahan drum atau seng tanpa ditempa. Harganya Rp 50.000 per buah.

Akan berbeda dengan keris khusus yang harganya mencapai puluhan juta rupiah. Pernah Aladin membuat keris seharga Rp 70 juta.

Keris itu dibuat dengan tiga kali lapisan besi baja dan juga dilapisi nikel serta perak. Setelah itu, keris baru ditempa.

Menurut Aladin, proses pembuatan keris khusus membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. "Gagang dan sarungnya dipilih kayu timoho, cendana, sono keling serta kayu jati. Harganya lebih mahal karena prosesnya juga rumit. Bahkan ada keris khusus yang dilapisi emas 24 karat," ungkap Aladin mantap.

Selain mahal, keris khusus juga dianggap bertuah karena saat membuatnya, Aladin harus melakukan ritual selamatan yang diriiringi dengan doa-doa. Pria 45 tahun ini mengaku telah beberapa kali menerima pesanan dari orang-orang yang memiliki kedudukan penting di Jakarta.

Untuk keris khusus, Aladin hanya akan membuat ketika ada pesanan saja. Beberapa jenis keris khusus yang dibuat Aladin di antaranya Keris Nogo Rojo, Nogo Manten, Nogo Sosro, Nogo Sapto, Luk 5 Jangkung, Luk 5 Pendawa, Luk 7 Jigjo, Luk 9 Sumpono, Luk 11 Carito, Luk 13 Sengkelat serta Luk 15 Bimokudo.

Kemudian keris souvenir di antaranya adalah gaya Yogyakarta dan gaya Solo. Saat ini, ia telah memiliki lima karyawan yang membantu usaha tersebut.

Omset yang dapat ia peroleh mencapai Rp 20 juta dalam sebulan. "Saya menekuni usaha ini tidak sekadar mencari materi saja, tetapi juga ingin melestarikan kebudayaan asli daerah kita," ujarnya. (*)

Tags
keris
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved