Pemilu 2014

Belasan Ribu DPS di Gunungkidul Bermasalah

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Gunungkidul masih menemukan belasan ribu data pemilih bermasalah.

Belasan Ribu DPS di Gunungkidul Bermasalah
Ist
Ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Gunungkidul masih menemukan belasan ribu data pemilih bermasalah. Sebagian besar tidak memiliki nomor kartu keluarga (NKK) dan nomor induk kependudukan (NIK).

Anggota Panwaslu Gunungkidul bidang Pengawasan, Budi Haryanto mengatakan daftar pemilih sementara(DPS) Pemilu presiden yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum(KPU) masih banyak kesalahan. Setidaknya ada 12.006 daftar pemilih yang belum dilengkapi dengan NKK atau NIK dari total DPS 597.233.

DPS bermasalah ini terdiri dari 9.623 pemilih tidak memiliki nomor kartu keluarga (NKK), 463 pemilih tidak memiliki nomor induk keluarga (NIK), 349 pemilih memiliki NIK kurang dari 16 digit angka, 283 orang terdaftar sebagai pemilih ganda, serta 33 orang dinyatakan sebagai pemilih fiktif.Selain itu, ada 47 pemilih salah nama, 129 pemilih salah penulisan tempat dan tanggal lahir.

"Masih belasan ribu yang bermasalah, sebagian besar tidak memiliki NKK," katanya, Kamis(29/5/2014).

Dia mengungkapkan, banyaknya DPS yang bermasalah ini menjadi catatan bagi KPU. Untuk itu pihaknya sudah meminta seluruh petugas pengawas kecamatan untuk terus melakukan pencermatan sebelum ditetapkan menjadi DPT.

Kepada KPU sendiri, Panwaslu sudah memberikan rekomendasi untuk segera melakukan pencermatan terhadap DPS yang bermasalah sehingga diharapkan segera bisa diperbaiki. Jangan sampai setelah ditetapkan menjadi DPT, data pemilih untuk pemilu presiden yang akan digelar pada 9 Juli mendatang masih bermasalah.

"Kita sudah minta petugas di kecamatan untuk terus melakukan pencermatan terhadap DPS sebelum ditetapkan di masing-masing kecamatan pada 2 Juni mendatang,"jelasnya.

Menurut Budi, jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPS pilpres mengalami peningkatan cukup banyak, sekitar 5633 orang dari sebelumnya yang hanya 591.600. Kemungkinan besar, jumlah tersebut masih akan berubah karena baru akan ditetapkan menjadi DPT pada 7-9 Juni mendatang.

Sementara itu anggota KPU Gunungkidul, Andang Nugroho mengatakan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan PPK untuk melakukan pengecekaan data ke lapangan.

"Kita sudah koordinasi dengan PPK. Untuk mengecek temuan Panwaslu, kita butuh laporannya dari mereka. Kaalau saya sendiri belum dapat, tidak tahu kalau pak ketua,"ucapnya.

Andang menambahkan, sebelum ditetapkan menjadi DPT pada 9 Juni mendatang, pihaknya akan terus melakukan pengecekan data ke lapangan. Diharapkan upaya tersebut bisa meminimalisir kesalahan.(Has)

Tags
Pemilu
Penulis: has
Editor: tea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved