Tribun Properti
Menangkap Udara dari Balkon
Semakin sempitnya lahan yang berujung pada naiknya harga tanah membuat konsep pembangunan rumah juga menyesuaikan
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Semakin sempitnya lahan yang berujung pada naiknya harga tanah membuat konsep pembangunan rumah juga menyesuaikan. Untuk menyiasati terbatasnya lahan, penambahan lantai (membangun rumah bertingkat) pun sering menjadi pilihan.
Satu pilihan ketika membangun rumah bertingkat adalah pemberian balkon. Meski tidak seluas teras, namun balkon bisa menjadi alternatif lain untuk menambah luasan lantai atas.
Ketika memutuskan memberikan balkon pada bangunan bertingkat, biasanya ada beberapa pertimbangan. Yang pertama adalah fungsi balkon yang bisa menjadi media melepas penat berupa tempat untuk duduk bersantai. Ada pula pilihan untuk membuat balkon sempit yang hanya sekedar tempat membuang jenuh setelah beraktivitas di ruangan. Penghuni rumah cukup keluar untuk menghirup udara luar dan tidak menghabiskan banyak waktu di balkon.
Pertimbangan kedua dari segi estetika dan kekuatan bangunan. Bagaimanapun juga bentuk balkon akan berpengaruh pada kenampakan luar bangunan. Apabila salah memilih model tentu akan merusak keindahan bangunan. Sedangkan apabila tidak memertimbangkan faktor konstruksi malah berisiko pada keselamatan penghuni.
Arsitek Perencana pada Pengembang Formula Land, Aditya Wijaya mengatakan, pada dasarnya balkon adalah ruang luar atau semacam teras yang ada di lantai atas. Selain sebagai tempat melepas penat dan jenuh, balkon juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting.
"Sebenarnya balkon juga berfungsi untuk menangkap aliran udara agar sirkulasi udara dalam rumah bisa semakin lancar. Tanpa aliran udara, selain tidak nyaman untuk penghuni juga membuat kekuatan bangunan tidak seperti seharusnya," katanya ketika ditemui akhir pekan lalu.
Mengenai letak balkon, menurut Aditya umumnya balkon dibangun di bagian depan atau belakang rumah. Tidak menutup kemungkinan pula di bagian samping rumah. Namun umumnya balkon diutamakan di bagian depan.
"Dalam hal ini balkon bisa menjadi penambah keindahan bangunan," imbuhnya.
Mengenai pemilihan material balkon, hal tersebut disesuaikan dengan konsep rumah. Untuk saat ini tren perumahan di Yogyakarta memang sedang mengarah ke rumah berkonsep tropis-modern dan juga minimalis. Untuk tipe rumah semacam itu, material yang banyak dipilih sebagai pagar pengaman adalah kaca.
"Ada banyak pilihan misalnya tembok, kayu, railing besi maupun kaca. Namun kebanyakan rumah tropis-modern memilih kaca untuk mendapatkan kesan ringan. Selain itu, perawatannya juga lebih mudah," lanjutnya.
Bahan Kaca
Marketing Manager Perumahan Citra Sun Garden, Meidiana Ardi mengatakan, kaca memang menjadi bahan yang baik untuk pemilihan material balkon. Selain kesan ringan, balkon pada perumahan yang ditawarkan pihaknya pun lebih sebagai penambah nilai estetika.
"Dalam setiap unit rumah yang kami bangun umumnya hanya memiliki satu balkon pada bagian depan. Karena, balkon ini pada dasarnya sebagai pemanis. Memang bisa dinaiki, tapi hanya sebatas untuk menghirup udara luar dan bukan sebagai tempat bercengkrama," katanya.
Untuk itulah, balkon yang diterapkan dalam rumah berkonsep Tropis-Modern di Citra Sun Garden berukuran kecil dan berjenis kantilever. Meskipun demikian, faktor keamanan juga tetap diperhatikan.
"Material kaca yang digunakan adalah kaca tempered. Karena itu cukup kuat lantaran harganya memang mahal," katanya.
Pilihan berbeda ada pada perumahan The Residence yang dibangun oleh PT Bhumi Setra Rizki (BSR). Karena membangun rumah berkonsep mediterania, maka balkon yang ada merupakan balkon rangka konvensional. Hal itu dicirikan dengan keberadaan pilar yang menyokong balkon.
Manajer Produksi PT BSR, Ika Wulansari mengatakan, pihaknya tidak murni menerapkan balkon rangka konvensional. Untuk sedikit menambah luasan balkon maka ada semacam perpanjangan badan balkon yang menggantung.
"Untuk railingnya kami pilihkan yang dari besi agar terkesan kuat dan aman. Balkon pun bisa menjadi pilihan menghabiskan waktu sambil menikmati pemandangan luar," katanya. (toa)
Skandal Kuliner Terkait
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia