Pemilu 2014
Roy Suryo: Suara yang Dihitung Sekarang Ini Dagelan
Ia mengatakan, hasil real count Jaringan Informasi Independen menunjukkan bahwa ia sebenarnya mampu meraup 77.000 suara
Penulis: esa | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI yang maju lagi sebagai Caleg DPR RI, Roy Suryo harus menelan pil pahit lantaran berpeluang gagal melenggang ke Senayan. Hasil rekapitulasi suara dari lima kabupaten kota di DIY menunjukkan, perolehan suara Roy Suryo kalah bersaing dengan caleg sesama Demokrat, Ambar Tjahyono. Padahal, Partai Demokrat hanya mampu meraih satu kursi saja dari DIY, dengan perolehan 146.688 suara.
"Belum ada ketentuan dari KPU Pusat. Penentu kursi DPR RI dan DPD kan KPU pusat. Bukan dari KPUD. Saya tidak mau banyak berkomentar. Tunggu saja ketetapan pusat," ucap Roy ketika dimintai tanggapan atas perolehan suaranya itu, Kamis (24/4/2014).
Hasil rekapitulasi KPU di lima kabupaten/kota di DIY, Roy memperoleh 28.143 suara terdiri dari 9.414 suara di Sleman, 4.414 suara di Kota Yogyakarta, 6.584 suara di Bantul, 4.886 suara di Gunungkidul serta 2.845 suara di Kulonprogo.
Sementara Ambar Tjahyono memperoleh 38.166 suara terdiri dari 3.307 di Sleman, 1.573 di Kota Yogyakarta, 13.747 di Bantul, 13.479 di Gunungkidul serta 6.060 di Kulonprogo.
Menanggapi hasil rekapitulasi itu, Roy mengklaim bahwa suaranya banyak dicuri oleh caleg lain. Ia mengatakan, hasil real count Jaringan Informasi Independen menunjukkan bahwa ia sebenarnya mampu meraup 77.000 suara.
Namun, rekapitulasi KPU ternyata mencatatkan 28.143 suara saja. Artinya, ada lebih dari 48 ribu suaranya yang dicuri.
"Suara yang dihitung sekarang ini dagelan. Lebih dari 48 ribu suara saya dicuri," ucap Roy melalui sambungan telepon.
Ia mendapati adanya penggelembungan suara yang tercatat di formulir D1. Ada satu TPS yang menunjukkan, suaranya merosot, dari 81 suara menjadi satu suara saja. Sementara ada caleg lain, yang di form C1 hanya satu suara, tiba-tiba melonjak jadi 71 suara yang tercatat di form D1.
"Ada penggeseran digit perolehan suara. Saya punya buktinya," ucap pria yang sempat menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 sebelum akhirnya dilantik SBY sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI pada 15 Januari 2013.
"Kalau setiap TPS mencuri 50 hingga 100 suara, dikalikan 8.523 TPS di seluruh DIY. Hasilnya ya angkanya rusak seperti sekarang ini," tandasnya.
Meski demikian, Roy menegaskan jika dirinya tidak akan melakukan apapun sebelum ada keputusan dari KPU pusat. Sebab, KPU DIY hanya berhak mengusulkan dan mengirimkan hasil rekapitulasi suara ke KPU Pusat. Sedangkan penentu anggota DPD dan DPR RI ialah KPU Pusat.
"Masyarakat Yogya yang memilih saya pasti juga teriak. Mereka sudah memilih, tiba-tiba di-nolkan suaranya. Gusti Allah Maha Mengetahui, Ia tidak sare (tidur). Saya tidak perlu melakukan apa-apa, nanti akan ada tangan Tuhan yang bekerja," ucap Roy menyebut-nyebut nama Tuhan.
Terpisah, pesaing berat Roy, Ambar Tjahyono menilai perhitungan suara di KPU itu sudah jujur dan adil. Hasil rekapitulasi sejauh ini tidak jauh berbeda dengan perhitungan yang dilakukan internal timnya.
"Kami tidak terpengaruh survey-survey, itu kan cuma ramalan," ucap Ambar Tjahyono, Kamis (24/4).