Tribun Properti

Genteng Beton Lebih Ringan dan Efisien

Tren perumahan di Yogya berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jogja di lapangan, umumnya telah menggunakan rangka atap baja ringan

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rinto Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tren perumahan di Yogya berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jogja di lapangan, umumnya telah menggunakan rangka atap baja ringan. Sedangkan untuk penutup atap umumnya menggunakan genteng berbahan beton.

Satu contoh perumahan yang dibangun menggunakan material tersebut adalah Bale Mulia Residence yang terletak di Sendangadi, Sleman. Arsitek Perencana Perumahan Bale Mulia, Aditya Wijaya mengatakan, pemilihan atap dari baja ringan dan menggunakan genteng beton menunjang konsep rumah Tropis-Modern yang diusungnya. "Tidak hanya mendukung konsep rumah yang modern dan elegan, pemilihan bahan tersebut juga memercepat pengerjaan," jelasnya ketika ditemui, Rabu (16/4).

Aditya melanjutkan, pemakaian genteng beton juga memiliki sejumlah keuntungan lain misalnya desain genteng yang flat dan ringan serta fleksibel, memiliki masa pakai yang lama, dan pemasangan yang relatif lebih mudah.
"Fleksibel di sini adalah kebebasan untuk menentukan warna genteng. Kalau memakai genteng tanah liat berglazur, selain sudah sulit diperoleh, warnanya juga sudah baku, tergantung warna glazurnya," ulasnya.

Mengenai harga, menurut Aditya, genteng beton relatif lebih murah dibandingkan genteng tanah liat berglazur. Genteng beton bisa lebih murah hingga setengah dari harga genteng tanah liat.
Site Manager Bale Mulia Residence, Warsono menambahkan, pemasangan genteng tanah liat berglazur memang menuntut ketelitian tinggi. Berdasarkan pengalamannya membangun beberapa rumah, yang harus diperhatikan adalah penentuan reng atap.

"Kecepatan pemasangan antara genteng beton dan tanah liat sebenarnya relatif sama, hanya untuk genteng tanah liat reng atap harus lebih akurat. Kalau tidak tepat, maka pemasangan bisa tidak rapi yang mengakibatkan kebocoran," katanya.

Sedangkan pemasangan genteng beton menurut Warsono lebih fleksibel karena bisa disesuaikan dengan luasan atap. Hal itu disebabkan bentu genteng beton yang flat sehingga memudahkan penyesuaian ketika pemasangan.

Mengenai perawatan, Marketing Manager perumahan The Residence, Andreas Dwi Atmojo mengatakan, genteng beton relatif lebih mudah karena bentuknya yang flat tersebut. "Yang tidak kalah penting, genteng beton menunjan konsep rumah modern atau minimalis sehingga jenis genteng ini banyak dipakai di konsep rumah modern yang sedang marak di Yogyakarta saat ini," katanya. (toa)

Skandal Kuliner Terkait
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved