Liputan Khusus
Pemda DIY Siapkan Rp 3 miliar untuk Pulangkan Harta Karun Keraton
Dari data dan catatan sejarah, saat pasukan Inggris yang menguasai Hindia Belanda pada 1812, menyerbu Keraton Yogyakarta.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yosep Hari Wibowo
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dari data dan catatan sejarah, saat pasukan Inggris yang menguasai Hindia Belanda pada 1812, menyerbu Keraton Yogyakarta. Saat itu pasukan Inggris dipimpin Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles. Penyerbuan dilakukan karena Sri Sultan HB II menolak tunduk.
Setelah Keraton Yogya dijebol dan diduduki, pasukan Raffles menjarah harta karun berupa emas, berlian, dan uang, serta bergerobak manuskrip kuno. Harta jarahan itu kemudian dibawa ke Eropa.
Diperkirakan naskah yang menurut Prof Djoko merupakan karya para pujangga keraton itu tersimpan di British Library (Inggris) sebanyak 240 dus, di perpustakaan Universitas Leiden Belanda dan lainnya.
Saat ini, Pemda DIY menyiapkan dana tak kurang Rp 3 miliar untuk memulangkan sebagian harta karun itu. Dana diambil dari Dana Keistimewaan. Menurut Kepala BPAD DIY Budi Wibowo dari dana itu, Rp 2,3 miliar untuk penelusuran di luar negeri, dan dalam negeri sebesar Rp 700 juta.
Gubernur DIY yang juga Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan HB X saat ini juga bersiap ke Belanda dan Inggris untuk menagih pengembalian naskah-naskah kuno tersebut.
"Soal tebusan itu memang masalah rumit. Jadi tidak mudah memulangkannya kecuali harus dibeli," kata sejarahwan UGM Prof Djoko Suryo.
Naskah-naskah tersebut memang sebagian akhirnya menjadi milik pemerintah Inggris.
Prof Djoko menilai, meski dahulu naskah tersebut merupakan hak Keraton Yogyakarta, namun keberadaan naskah berupa babad dan serat hasil karya pujangga keraton itu di negara asing tetap terpelihara. "Nilainya besar, karena itu karya sejak zaman HB I, karya-karya disusun, dibukukan dalam bentuk babad, isinya mengenai filosofi dan tatanan budaya kerajaan, ada yang berupa sastra dan lainnya," lanjutnya. (Tribunjogja.com)
Skandal Kuliner Terkait
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia