Toilet Umum di Malioboro Akan Ditambah
Fasilitas toilet umum yang tersedia di kawasan Malioboro akan ditambah
Penulis: esa | Editor: Rina Eviana Dewi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fasilitas toilet umum yang tersedia di kawasan Malioboro akan ditambah. Hal itu untuk memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang bertandang ke pusat pariwisata Yogyakarta itu. Namun, UPT Malioboro belum bisa memastikan kapan hal itu direalisasikan.
"Akan ada penambahan toilet umum portable yang baru hasil kerjasama Pemda DIY dan swasta. Sekarang masih perencanaan. Mungkin realisasinya setelah masa liburan sekolah kali ini," ujar Kepala UPT Malioboro, Syarif Teguh, Minggu (2/6).
Menurut Syarif, fasilitas umum toilet baru tersebut akan menjadi proyek uji coba untuk melihat kebutuhan dan kesadaran wisatawan dan warga dalam pemanfaatannya. Sebab, selama ini pihaknya menyediakan fasum toilet umum sebatas untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, namun belum menyentuh aspek estetikanya. Perawatan kebersihan dan kenyamanan toilet umumnya pun diserahkan ke pihak ketiga.
"Kami masih bicara fungsi, toh kesadaran warga masih kurang. Pernah disediakan tempat sampah yang bagus, nyatanya juga hilang. Karenanya akan kami uji coba dulu," ucap Syarif.
Saat ini, Pemda DIY dan pihak swasta telah menyiapkan rancangan desain 6 unit toilet portable baru itu agar sesuai dengan estetika kawasan. Begitu juga dengan pemilihan lokasi-lokasi penempatannya. Namun, realisasi pembangunannya dimungkinkan setelah masa liburan sekolah berakhir agar tidak mengganggu kunjungan para wisatawan.
Untuk menutup kebutuhan selama masa liburan sekolah ini, pemerintah telah menyediakan sejumlah fasilitas toilet umum yang tersebar di sepanjang kawasan Malioboro. Sebagian berada di Pasar Sore, di Titik Nol Kilometer, Gedung DPRD Kota Yogyakarta maupun Kepatihan. Namun, pihaknya kesulitan jika harus menempelkan terlalu banyak penunjuk arah menuju toilet tersebut. Sebab, hal itu akan mengganggu estetika pusat pariwisata Yogyakarta tersebut.
Pertimbangan estetika kawasan juga cukup menyulitkan pemerintah dalam menambah jumlah fasilitas toilet umum di Malioboro. Sebab, tak jarang keberadaannya berbenturan dengan estetika kawasan. Padahal, banyak pihak swasta yang siap memberikan bantuan pembangunan fasilitas toilet umum tersebut.
"Toilet portable yang di Titik Nol Kilometer saja sempat dipindah-pindah karena keluhan warga, begitu juga di lokasi lain," kata Syarif.(*)