Bupati Sleman Imbau Pedagang Angkringan Jaga Kebersihan
Bupati Sleman Sri Purnomo meminta para pelaku usaha angkringan senantiasa memperhatikan sisi higienisitas makanan yang mereka jajakan
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Rina Eviana Dewi
Hal itu memang telah menjadi kekhawatiran tersendiri mengingat sepanjang tahun ini saja, muncul sejumlah kasus hepatitis A di Sleman dengan angka tertingginya berada di Kecamatan Depok sebanyak 142 penderita, dimana sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa.
Berdasarkan hasil penelusuran dinas kesehatan setempat, penyakit itu diketahui menular melalui media makanan yang dijual oleh dua orang penderita Hepatitis A. Keduanya, mengelola warung angkringan sementara kondisi kesehatannya tengah menurun. Selanjutnya, penyakit ini kemudian menular melalui makanan yang mereka jamah.
"Jadi sebaiknya istirahat dulu atau tidak menjamah makanan kalau sedang sakit, apakah itu tifus, hepatitis, diare, ataupun influenza. Supaya tidak menularkannya pada orang lain,” jelas Bupati Sleman, Sri Purnomo saat membuka Festival Angkringan di Taman Kuliner Condongcatur, pada Sabtu (11/5/2013) malam.
Upaya preventif juga harus dilakukan, satu diantaranya dengan menerapkan pola hidup sehat. Hal-hal sederhana semisal mencuci tangan menggunakan sabun, mencuci bahan makanan, mencuci alat masak maupun alat makan menggunakan air bersih, dan jika perlu menggunakan air bersih yang telah diberi kaporit.
Sri Purnomo, menegaskan bahwa semua profesi memiliki tanggung jawab masing-masing. Pun demikian halnya dengan para penjual angkringan. “Meskipun harganya murah, tapi kesehatan konsumen harus tetap terjamin,” tandasnya.(*)