Festival Layang-layang Nasional di Karanganyar
Ada bentuk pengendara sepeda, pengendara motor, warok, ondel-ondel, kerapan sapi, dan bentuk unik lainnya.
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, KARANGANYAR - Puluhan layang-layang berbagai bentuk dan ukuran terbang di langit Karanganyar. Minggu (9/9/2012), kabupaten yang memiliki nama lain Bumi Intanpari ini menggelar lomba festival layang-layang berskala nasional untuk kali pertama.
Uniknya, lomba di gelar di waduk Lalung yang airnya sudah mengering menjadi daratan. Peserta lomba adalah 30 klub layang-layang yang berasal dari 14 daerah di Indonesia. Sekitar pukul 13.00 saat angin mulai bertiup cukup kencang, para peserta satu persatu mulai menerbangkan layang-layang.
Layang-layang dua dimensi berbagai bentuk mendapatkan giliran pertama. Ada bentuk pengendara sepeda, pengendara motor, warok, ondel-ondel, kerapan sapi, dan bentuk unik lainnya.
"Kecapatan angin tak stabil. Kadang kencang, kadang malah hilang. Sangat menyulitkan untuk menerbangkan layang-layang," kata Supriyanto, peserta dari klub layang-layang Le Gong Jakarta.
Tangan pria berkulit gelap ini terlihat sibuk menarik ulur benang untuk menerbangkan layang-layang berbetuk ondel-endol versi kartun. Layangan yang memiliki tinggi hampir dua meter itu berkali-kali nyaris turun. Beruntung ia bisa menguasai dan menerbangkan layangan hingga benang habis.
Heri Suyanto, Ketua Panitia Lomba Festival Layang-Layang tersebut mengatakan, kegiatan itu baru kali pertama digelar di Karanganyar. Lomba diikuti oleh 30 klub layang-layang yang berasal dari 14 daerah di seluruh Indonesia. Karanganyar sendiri tak mengirimkan wakil, hanya menjadi tuan rumah.
Ada enam kategori dalam lomba tersebut, diantaranya layangan dua dimensi, tiga dimensi, hingga tradisonal. "Lewat lomba ini kami ingin menumbuhkan klun layangan di Karanganyar," katanya. (tribunjogja.com)