Lebaran 2012

Berkah Lebaran bagi Kusir Andong

Impas. Kata itulah yang terbersit di benak Gandung (32), seorang kusir andong yang mangkal di jalan Malioboro

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Impas. Kata itulah yang terbersit di benak Gandung (32), seorang kusir andong yang biasa mangkal di seputaran jalan Malioboro. Selama bulan puasa penghasilannya merosot drastis, sepi dan jarang ada penumpang. Kini, setelah Lebaran tiba, ia menangguk untung.

"Kemarin waktu bulan puasa sepi banget. Jarang ada penumpang, kini waktu musim Lebaran seperti sekarang, bisa narik sampai delapan putaran," jelas Gandung ketika ditemui di kawasan depan Pasar Beringharjo, Jumat (24/8/2012). Menurutnya, melimpahnya jumlah pengunjung Malioboro yang notabene turis domestik ataupun pemudik membawa berkah untuk dirinya dan ratusan kusir andong yang mencari nafkah di kawasan Malioboro.

Menurut Gandung, pada hari biasa ia biasanya hanya bisa membawa penumpang 2-3 kali putaran. Rute yang diambil umumnya adalah mengelilingi keraton. Namun kini, andai tidak memikirkan kesehatan kudanya, ia bisa menangguk untung berlipat.

"Kalau mau terus, bisa sampai sepuluh putaran lebih, Namun saya hanya narik sampai delapan putaran saja. Kasihan kudanya. Kalo sakit biayanya malah lebih mahal," lanjut Gandung.

Dalam masa Lebaran seperti ini, ia bisa membawa pulang rata-rata Rp 400.000-Rp 500 000 per hari. Jumlah merupakan jumlah bersih setelah dikurangi biaya pakan kuda dan perawatan sepatu kuda.

Mematok harga Rp 70.000-Rp 100.000 Gandung mengaku peminatnya cukup banyak. Umumnya penumpang andongnya adalah satu keluarga yang sedang berlibur. Karena ingin menikmati suasana kota tanpa terlalu banyak membuang tenaga, andong merupakan pilihan yang baik. Selain karena kapasitas angkutnya cukup untuk 5-6 orang, kecepatannya pun cocok untuk menikmati suasana kota.

Seorang kusir lain, Parjimin (60) menyatakan, rata-rata kusir andong di Malioboro tidak menaikkan harga meski penumpang ramai. Ia sudah cukup bersyukur mendapat rejeki yang melimpah di masa libur Lebaran ini.

"Rata-rata kusir patok harga yang relatif sama karena rutenya juga sama, keliling keraton," paparnya.

Menurut Parjimin, Lebaran kali ini relatif lebih ramai dibandingkan Lebaran tahun lalu. Pasalnya, kali ini momen berdekatan dengan musim liburan turis asing. Musim panas di kawasan Eropa membuat wisatawan asing ramai berdatangan ke Indonesia.

"Namun saya tidak memasang harga tinggi kalau dicarter turis asing. Harganya sama saja," ungkapnya. Namun, Parjimin mengaku, ia tidak membeda-bedakan penumpang. Baginya turis domestik dan mancanegara sama saja.

Seorang pengunjung Malioboro bernama Hermawan Kristanto (25) menyatakan, wisata keliling kota Yogya dengan naik andong membawa sesuatu yang berkesan.

"Kalo naik andong, selain santai, goyangan andong yang khas juga membawa nuansa tersendiri. Belum lagi kusir yang mampu menjelaskan tempat-tempat yang kita tanya," jelasnya.

Menurut Wawan, demikian nama panggilan pengunjung asal Surabaya ini, harga yang dipatok tidak terlalu mahal. "Cukup ringan kalo ditanggung rame-rame," jelas Wawan yang datang bersama empat temannya ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved