Mudik Lebaran

Pakai Motor Lebih Ringan di Ongkos

Haryanto salah seorang pemudik mengaku tahu akan resiko yang harus ditanggung saat mudik menggunakan motor.

Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, M. Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Haryanto salah seorang pemudik mengaku tahu akan resiko yang harus ditanggung saat mudik menggunakan motor. Namun baginya yang telah merasa nyaman dengan motor, hal itu tak menjadi masalah yang besar.

Pria 27 tahun ini juga berujar dirinya tak pernah ngebut saat menempuh perjalanan selama kurang lebih lima – enam jam tersebut. Ia mengaku selama ini dirinya memacu motornya dalam kecepatan standar. “Yang penting kan kita selalu berhati-hati dan mengikuti aturan selama di jalan, itu sudah cukup bagi saya,” katanya tersenyum.

Penuturan senada dilontarkan Anjar Prasetyo yang juga telah dua kali mudik lebaran menggunakan motor. Menurutnya selain santai, mudik menggunakan motor terbilang lebih ringan di ongkos ketimbang menggunakan kereta api, bis, atau travel. “Paling maksimal tiga kali mengisi bensin penuh sudah sampai rumah, lebih murah daripada naik kendaraan umum,” kata pria asal Kediri.

Pihak kepolisian dan pemerintah sebenarnya telah mengimbau para pemudik untuk menggunakan jasa transportasi umum karena dinilai lebih aman. Terutama bagi para pemudik yang menempuh jarak jauh lebih dari lima jam perjalanan.

Nyatanya, setiap tahun jumlah pemudik motor terus meningkat. Dan hal itupun diiringi tingginya tingkat kecelakaan yang didominasi pemudik motor.

“Inilah yang harus benar-benar diantisipasi oleh pihak kepolisian serta semua pejabat dan pemangku jabatan terkait, karena resiko mudik dengan motor memang lebih besar,” kata Ketua Dewan Peneliti Pustral UGM, Heru Sutomo. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved